- Home
-
- Luar Negeri
-
- Senator Amerika Serikat Du...
Senator Amerika Serikat Dukung Gencatan Senjata di Gaza
Sabtu, 04 Nov 2023, 00:27 WIBWashington - Senator AS Dick Durbin menjadi orang pertama di parlemen Amerika Serikat yang mendukung gencatan senjata untuk mengakhiri permusuhan di Gaza.
Namun, Durbin mensyaratkan agar Hamas terlebih dahulu membebaskan lebih dari 200 sandera yang mereka bawa ke daerah kantong tersebut setelah serangan lintas batas pada 7 Oktober lalu.
Durbin, anggota Partai Demokrat dari Illinois yang telah menjabat selama lebih dari 25 tahun di badan legislatif federal, menjawab pertanyaan CNN tentang apakah gencatan senjata diperlukan di Gaza.
"Saya kira memang demikian, setidaknya dalam konteks jika kedua pihak setuju. Misalnya, pembebasan mereka yang diculik harus menjadi bagian dari (gencatan senjata) ini -- pembebasan segera. Itu harus menjadi langkah awal," katanya.
"Upaya ini harus dilakukan untuk memulai perundingan antara Israel dan Palestina. Mari kita akui: (konflik) ini telah berlangsung selama beberapa dekade. Apapun alasan awalnya, (konflik) ini sekarang telah mencapai tingkat yang tidak dapat ditoleransi. Kita perlu memiliki sebuah resolusi di Timur Tengah yang memberikan sejumlah harapan untuk masa depan," tambahnya.
Durbin mengaku belum menyampaikan posisinya itu kepada Presiden AS Joe Biden.
Biden dengan tegas menolak seruan gencatan senjata, tetapi secara pribadi mendukung "jeda" kemanusiaan skala kecil, yang akan memungkinkan pengiriman bantuan kemanusiaan yang sangat dibutuhkan dan memfasilitasi evakuasi orang-orang yang ingin melarikan diri dari kekerasan.
Pernyataan itu disampaikan Biden saat kampanye di Minnesota, AS pada Rabu (1/11). Pada saat itu, seorang pengunjuk rasa menginterupsi pidato Biden dan mendesaknya untuk menyerukan gencatan senjata segera dalam perang Israel-Hamas.
"Sebagai seorang rabi, saya ingin Anda menyerukan gencatan senjata sekarang juga," kata dia berteriak, yang diidentifikasi sebagai Rabi Jessica Rosenberg.
Biden menanggapinya dengan mengatakan, "Saya pikir kita perlu jeda. Jeda berarti memberikan waktu untuk membebaskan para sandera."
"Saya adalah orang yang meyakinkan Bibi (Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu) untuk menyerukan gencatan senjata agar para tahanan bisa keluar," ucap Biden.
"Saya adalah orang yang berbicara dengan (Presiden Mesir Abdel Fattal El) Sisi untuk meyakinkan dia agar membuka pintu (perbatasan Rafah)," tambahnya.
Para pejabat senior pemerintahan Biden mengatakan gencatan senjata hanya akan menguntungkan Hamas.
Redaktur: Marcellus Widiarto
Penulis: Antara
Berita Terkait:
-
Jumlah Lahan Pertanian Terdampak Kekeringan di Parigi Moutong Mencapai 1.400 Ha
-
Bocoran GTA 6 Makin Gila dari Cyberleek, Tapi 6 Fitur Penting Ini Malah Masih Misterius
-
Aktor Ge Pamungkas Ungkap Pengalaman Bintangi “Autopsy: Dead Body Can Talk”, Ada Tantangan Tak Terduga!
-
Bantu Korban Bencana NTT, Kemenimipas Galang Donasi Rp1,8 Miliar
-
Demutualisasi BEI Dimulai, OJK Pasang Rem Kepemilikan Saham Maksimal 5 Persen
-
Pengabdi Setan 3: Origin Resmi Diproduksi, Joko Anwar Siapkan Babak Baru pada 2027
-
Bebas UKT Hingga Gratis Biaya Wisuda, Undana Selamatkan Masa Depan Mahasiswa Korban Gempa Flores
PT. Berita Nusantara
© Copyright 2017 - 2026 Koran Jakarta ®
All rights reserved.