Kualitas Udara Jakarta Terburuk ke-8 di Dunia pada Minggu Pagi
Minggu, 29 Okt 2023, 08:38 WIBJAKARTA - Kualitas udara di DKI Jakarta masuk ke dalam kategori tidak sehat pada Minggu (29/10) pagi berdasarkan data situs pemantau kualitas udara IQAir.
Berdasarkan pantauan pada pukul 05.25 WIB, indeks kualitas udara (AQI) di Jakarta berada di angka 167 atau masuk dalam kategori tidak sehat dengan indikator angka partikel halus (particulate matter/PM) 2.5.
Indikator ideal AQIadalah kategori baik (good) pada rentang 0-50 dan sedang (moderate) pada rentang 51-100, di atas itu berarti masuk ke dalam kategori tidak sehat.
Situs pemantau kualitas udara dengan waktu terkini tersebut pun mencatatkan Jakarta sebagai kota dengan kualitas udara terburuk kedelapan di dunia.
Kota dengan kualitas udara terburuk di dunia pada Minggu (29/10) adalah Lahore, Pakistan dengan indeks kualitas udara di angka 510, diikuti Delhi, India di angka 287 dan Kolkata, India di angka 185.
Sementara itu, laman resmi Sistem Informasi Lingkungan dan Kebersihan Dinas Lingkungan Hidup Provinsi DKI Jakarta, menyebutkan di antara lima wilayah, Lubang Buaya Jakarta Timur memiliki angka PM2,5 sebesar 123.
Angka itu memiliki penjelasan tingkat kualitas udara yang bersifat merugikan pada manusia ataupun kelompok hewan yang sensitif atau bisa menimbulkan kerusakan pada tumbuhan ataupun nilai estetika.
Adapun sejumlah wilayah yang terpantau masuk dalam kategori sedang, yakni Bundaran HI, Lubang Buaya dan Kelapa Gading dan Jagakarsa.
- Polusi Udara
- Dinas Lingkungan Hidup dan Kebersihan (DLHK)
- Pemprov DKI Jakarta
- Kualitas Udara Jakarta
- IQ Air
Redaktur: Lili Lestari
Penulis: Antara
Berita Terkait:
-
Marc Marquez Menang di MotoGP Misano 2026 Usai Unggul Poin Atas Jorge Martin
-
Ye Live in Jakarta 2026, Pemprov DKI Siapkan Transportasi hingga Pengamanan
-
KPP Balikpapan Kirim Tim Perkuat Operasi Pencarian Kapal Virgo
-
Pos Pengamatan: Gunung Semeru Kembali Erupsi dengan Letusan Setinggi 900 Meter pada Sabtu Malam
-
Waspada! ICP Agustus Naik ke US$ 89,43 per Barel, Perang Jadi Pemicu
-
Bapanas-Kementan Fasilitasi Distribusi Cabai Demi Stabilkan Harga
-
Minat Punya Anak Menurun, Krisis Demografi Jepang Makin Dalam
PT. Berita Nusantara
© Copyright 2017 - 2026 Koran Jakarta ®
All rights reserved.