Kerja Bersama, Wakil Ketua MPR: Perlu Langkah Nyata Lestarikan Batik
Selasa, 03 Okt 2023, 00:27 WIBJakarta - Wakil Ketua MPR RI Lestari Moerdijat menilai perlu ada langkah nyata dari seluruh pihak untuk melestarikan batik sebagai kekayaan budaya Indonesia.
Dia mengatakan pelestarian batik saat ini menghadapi banyak tantangan mulai dari hulu sampai hilir, termasuk di antaranya terkait regenerasi para pembatik.
"Batik yang merupakan karya budaya warisan nenek moyang kita merupakan bagian dari perjalanan bangsa yang harus dilestarikan. Perlu langkah nyata dalam mengupayakannya," kata Lestari Moerdijat di Jakarta, Senin, saat peringatan Hari Batik Nasional.
Dia pun mengusulkan pelestarian batik secara konkret perlu dipikirkan dari tingkat hulu sampai hilir. Dari sisi hulu, Lestari menjelaskan, perlu ada regenerasi para pembatik. Pasalnya, jumlah pembatik tradisional semakin berkurang.
Data Asosiasi Perajin dan Pengusaha Batik Indonesia (APPBI) jumlah perajin batik di Indonesia pada 2020 diperkirakan mencapai 151.565 orang. Namun, Lestari memperkirakan saat ini jumlah itu menyusut sampai tersisa 37.914 orang.
Dia menilai pandemi Covid-19 kemungkinan ikut berkontribusi terhadap berkurangnya jumlah pembatik.
Sementara di tingkat hilir, Lestari, yang juga menjabat Anggota Komisi X DPR RI, menjelaskan apresiasi masyarakat terhadap batik terutama dalam menggali makna-makna motifnya juga semakin berkurang.
"Kombinasi kendala di dua sisi dalam rantai produksi batik itu mengancam eksistensi batik karya anak bangsa," kata Lestari.
Dia menilai terbatasnya jumlah perajin itu kerap membatik kerap dimanfaatkan oleh negara lain untuk memproduksi batik secara massal dengan harga lebih terjangkau dan mengikuti selera pasar. Alhasil, batik kerap diklaim sebagai kekayaan budaya dari negara lain.
"Upaya untuk mengatasi sejumlah kendala yang mengancam eksistensi batik karya anak bangsa itu harus segera dilakukan bila kita tidak ingin kehilangan warisan budaya yang sarat nilai luhur itu," kata Lestari.
Oleh karena itu, dia menilai memasyarakatkan penggunaan batik menjadi penting.
"Tetapi lebih penting dari itu adalah menjaga agar regenerasi pembatik berjalan dengan baik," kata dia.
Dia mengusulkan perlu ada upaya yang dapat melahirkan pembatik-pembatik muda , dan upaya itu perlu mendapat dukungan dari pemerintah pusat dan daerah.
Redaktur: Marcellus Widiarto
Penulis: Antara
Berita Terkait:
-
Batik Tak Boleh Hilang, Asita Dorong Jadikan Destinasi Wisata
-
Kabasarnas Pastikan Pencarian Rombongan Jurnalis di Selat Sunda Dioptimalkan 7 Hari
-
Pemkot Jakarta Timur Tertibkan Kabel Udara Semrawut Sepanjang 792 Meter
-
Hujan Abu Anak Krakatau Melanda Serang, Mata Warga Perih hingga Sekolah Terganggu.
-
Erupsi 25 Jam Berakhir! PVMBG: Anak Krakatau Masih Berbahaya, Status Siaga Masih Berlaku
-
Peringati 25 Tahun Peristiwa 9/11, Museum Smithsonian Pamerkan Koleksi Artefak Langka
-
Industri Pariwisata Indonesia Masih Terus Memerlukan Banyak Promosi
PT. Berita Nusantara
© Copyright 2017 - 2026 Koran Jakarta ®
All rights reserved.