Panen Raya Cabai Rawit untuk Bantu Pengendalian Inflasi
Rabu, 27 Sep 2023, 00:03 WIBBengkalis - Kantor Perwakilan Bank Indonesia Provinsi Riau melakukan penanaman dan panen raya cabai rawit di lahan Kelompok Tani Milenial dan meninjau operasi pasar murah dalam rangka memulai Gerakan Nasional Pengendalian Inflasi Pangan (GNPIP) di Kabupaten Bengkalis, Selasa.
Kepala BI Provinsi Riau Muhamad Nur mengatakan gerakan pengendalian inflasi ini tidak bisa berjalan sendiri butuh kerjasama dan kolaborasi antara pemerintah pusat, BI dan kepala daerah hingga ke tingkat kecamatan.
"Karena kita menyadari pengendalian inflasi sangat penting dan Riau masih butuh dukungan suplay, beras,telur, cabai, gula pasir sehingga ketergantungannya masih tinggi dari daerah lain, mencermati ini pemerintah dan BI sudah melakukan kebijakan yang mendukung pemenuhan pangan, salah satunya pencanangan penanaman cabai di desa ini," kata M Nur.
Ia memaparkan kondisi inflasi Riau sejak kurun tahun 2022 yang cenderung tinggi hingga 2023 yang mulai turun dan bisa dikendalikan. Seperti Agustus 2023 Riau deflasi 0,08 persen sehingga secara kumulatif inflasi dari Januari hingga Agustus tahun 2023 sebesar 1,27 persen dan ini menggembirakan.
Namun jika dilihat ke belakang sambung dia, inflasi tahun 2022 inflasi Riau di atas 5 persen. Maka pemerintah berupaya keras mengendalikannya hingga tahun ini mulai melandai.
"Semoga tahun ini bisa dikendalikan sesuai target tahunan inflasi 3 plus minus 1 persen, jika perlu di bawah 3 persen," ungkap M Nur.
Ia mengatakan, dengan kegiatan GNPIP itu BI mengapresiasi yang setingginya atas dukungan Pemerintah Provinsi Riau, kabupaten/kota dalam rangka pengendalian inflasi. Dengan target inflasi 3 plus minus persen, maka pertumbuhan ekonomi Riau yang pada triwulan II tumbuh di atas 5 persen.
"Ini bisa meningkatkan kesejahteraan masyarakat akan meningkat karena ada selisih 2 Persen antara inflasi dan pertumbuhan," tegasnya.
Namun demikian M Nur mengingatkan masih ada yang perlu diantisipasi oleh Riau untuk mempertahankan pertumbuhan ekonomi hingga akhir tahun. Yakni Natal tahun baru dan ancaman elnino, lalu adanya target inflasi yang ditetapkan Presiden tahun 2024, 2 plus minus persen.
Gubernur Riau Syamsuar berharap besar dengan gerakan nasional pengendalian inflasi pangan dapat mengubah perilaku masyarakat yang tadinya konsumtif menjadi produktif. Menurutnya, pada prinsipnya membangun lumbung pangan juga harus berpijak pada komitmen bersama.
"Dengan kata lain, setiap masyarakat diharapkan peran penting dalam pengembangan sektor pangan, terutama untuk daerahnya," ucapnya.
Redaktur: Marcellus Widiarto
Penulis: Antara
Berita Terkait:
-
Soal Jalan Rusak di Garut, KDM Panggil Bupati ke Bandung, Minta Anggaran Perbaikan Jalan Dirombak Total
-
Terendah se-Jawa, Inflasi Jakarta September Terkendali
-
Pemkab Kotim Raih Penghargaan TP2DD Terbaik di Kalimantan
-
Harga Cabai Merah Melonjak, Pemprov Sumut Buka Jurus Tekan Harga di Pasaran
-
Pemkab Mimika Sediakan Tempat Parkir TJU untuk Warga
-
Dukung Panen Raya di KSPEAN Wanam, KemenPU Siapkan Sumber Air Alternatif
-
Wali Kota Bandung Ajak ASN Bandung Perangi Korupsi dan Konflik Kepentingan
PT. Berita Nusantara
© Copyright 2017 - 2026 Koran Jakarta ®
All rights reserved.