Water Bombing Padamkan Kebakaran Hutan di Ogan Komering Ilir
Senin, 18 Sep 2023, 10:16 WIBJAKARTA - Kepala Pusat Data, Informasi dan Komunikasi Kebencanaan Badan Nasional Penanggulangan Bencana. (BNPB) Abdul Muhari melaporkan gempuran bom air menjinakkan kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di Ogan Komering Ilir, Sumatera Selatan.
Abdul dalam keterangannya disiarkan di Jakarta, Senin (18/9), menjelaskan hutan dan lahan di wilayah Kecamatan Pedamaran, Pampangan dan Pangkalan Lampam, Kabupaten Ogan Komering Ilir (OKI), Sumatera Selatan, kembali dilumat 'si jago merah' pada Minggu (17/9).
Pemadaman dengan satuan tugas (Satgas) darat terkendala akses, namun api berhasil dikuasai berkat hasil dukungan satgas udara dengan dukungan helikopter water bombing BNPB, yang memang sudah disiagakan di wilayah Sumatera Selatan untuk pemadaman karhutla.
"Gempuran demi gempuran 'bom air' lambat laun pun membuahkan hasil. Api mulai dapat dijinakkan dan tentu saja hal itu meringankan kinerja tim gabungan satgas darat yang terkendala aksesbilitas," ujar Abdul.
Pantauan udara yang dilakukan Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Provinsi Sumatera Selatan, api terlihat tak hanya membakar hutan dan semak belukar saja, namun juga areal perkebunan produksi. Asap berwarna putih terlihat membumbung tinggi ke angkasa tertiup angin mengarah ke Kota Palembang.
Sementara itu di lokasi lain, titik api juga terpantau merambat di pinggir jalan tol kilometer 347 Palembang Kayu Agung. Beruntung tim gabungan satgas darat karhutla dari BPBD Kabupaten OKI, Manggala Agni dan Polres OKI dengan sigap turun ke lapangan menaklukkan api agar tidak meluas dan mengatur lalu lintas bagi pengguna jalan tol.
Upaya pemadaman kebakaran hutan dan lahan (karhutla) oleh tim gabungan satgas darat tak selamanya berjalan dengan mulus. Lokasi titik api yang berada di tengah-tengah hutan dan semak lahan menjadi tantangan tersendiri.
Selain fokus ke upaya pemadaman, tim harus tetap berhati-hati dan mengutamakan keselamatan.
"Di sisi lain, ketersediaan sumber air juga sangat terbatas setelah musim kemarau turut menguras habis lokasi-lokasi penampungan air. Namun tim gabungan satgas tetap solid menumpas api yang kian merajalela dalam beberapa hari terakhir," kata dia.
Sementara itu menurut hasil laporan tim BPBD Kabupaten OKI per Minggu (17/9) pukul 20.07 WIB, api yang membakar semak belukar di lahan seluas 0,5 hektare milik masyarakat Kecamatan Pangkalan Lampam, belum padam sepenuhnya namun sejauh ini dapat dikendalikan. Adapun titik hotspot yang berhasil diidentifikasi ada sebanyak 46 titik.
Sebagai antisipasi dan penanganan lanjutan karhutla, tim gabungan baik satgas darat maupun udara akan terus memonitor dan melakukan upaya pemadaman serta pendinginan. Di samping itu, posko-posko siaga karhutla juga ditambah setelah Bupati OKI menaikkan status siaga menjadi darurat karhutla.
Melalui kenaikan status tersebut, maka seluruh stakeholder termasuk pihak swasta diminta agar turut mendukung upaya penanganan karhutla hingga api benar-benar dapat dikendalikan.
- Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB)
- Sumatera Selatan (Sumsel)
- kebakaran hutan dan lahan (Karhutla)
- Kabupaten Ogan Komering Ilir
Redaktur: Lili Lestari
Penulis: Antara
Berita Terkait:
-
Stabilkan Harga, Bapanas dan Kementerian Pertanian Fasilitasi Distribusi Cabai
-
Gempa Susulan Masih Terjadi, Legislator Minta Pemerintah Gerak Cepat Bangun Huntara
-
Harga Minyak Naik, Ruang Fiskal Terancam Terkikis Subsidi BBM
-
TPA Galuga Kebakaran Parah, 450 Ton Sampah Kota Bogor Tertahan di Truk
-
Evakuasi warga terjebak karhutla di Palangka Raya
-
Dinkes Lebak Mencatat Pelaksanaan CKG Capai 47,52 Persen dari Jumlah Penduduk
-
Indonesia Berpotensi Digugat ke Mahkamah Internasional Jika Gagal Atasi Kebakaran Hutan dan Lahan
PT. Berita Nusantara
© Copyright 2017 - 2026 Koran Jakarta ®
All rights reserved.