Foto: Pengembangan Jagung Hibrida

Seorang petani memanen jagung hibrida bioteknologi NK Pendekar Sakti di lahan Agrotechnopark, Universitas Jember, Jawa Timur, Rabu (13/9). Universitas Jember dan Syngenta mengembangkan jagung bioteknologi pertama di Indonesia dengan keunggulan di antaranya toleran terhadap herbisida glifosat, tahan ulat penggerek batang, mudah dibudidayakan dan memberikan hasil hingga 11,8 ton/ha yaitu lebih tinggi dibandingkan nonhibrida yang rata-rata produksinya 4-5 ton/ha.

Doc. Foto: ANTARA/SENO

PT. Berita Nusantara
© Copyright 2017 - 2026 Koran Jakarta ®
All rights reserved.