Potensi Geothermal Terbesar Kedua di Dunia, Pertamina Siap Gandeng Mitra Global Dalam AIPF
Kamis, 31 Agu 2023, 15:14 WIBSalah satu potensi besar yang dimiliki Indonesia adalah panas bumi (Geothermal). Potensi sumber energi yang terkandung dalam perut bumi Indonesia mencapai 23.965,5 Mega Watt (MW) atau terbesar kedua di dunia.
Saat ini potensi tersebut baru dimanfaatkan sekitar 9,8% dengan kapasitas pembangkit listrik terpasang sebesar 2.342,63 MW dari 16 Wilayah Kerja. Di era transisi energi, potensi panas bumi merupakan salah satu sumber energi yang dilirik investor global.
Dengan potensi luar biasa ini, PT Pertamina (Persero) siap menunjukkan Proyek-proyek Geothermal yang saat ini dioperasikan anak usahanya PT Pertamina Geothermal Energy (PGE) di ajang flagship event ASEAN Indo Pacific Forum (AIPF) yang akan digelar pada 5 - 6 September 2023 di Jakarta.
Vice President Corporate Communication Pertamina Fadjar Djoko Santoso menjelaskan sebagai BUMN di sektor energi, Pertamina berperan strategis dalam pengelolaan energi panas bumi dengan mengoperasikan 15 Wilayah Kerja (WK) di Indonesia, masing-masing 13 WK dikelola sendiri (own operation) dan 2 WK dikelola bersama mitra (joint operation contract).
Menurut Fadjar, Pertamina akan terus mengembangkan energi panas bumi untuk menghasilkan listrik dari sumber energi terbarukan. Mengingat infrastruktur hijau ini sangat diperlukan untuk menjamin keberlanjutan energi di masa depan.
"Di momentum flagship event AIPF 2023 ini, dengan dukungan Pemerintah, Pertamina siap membangun kerjasama dan kolaborasi dengan mitra global. Dengan proyek-proyek strategis ini, Indonesia mengukuhkan posisinya sebagai pilar episentrum pertumbuhan ekonomi di ASEAN," ujar Fadjar.
Saat ini, proyek panas bumi ini telah mampu memproduksi geothermal setara listrik sebesar 4.524 Giga Watt per hour (GWh). Sejak Februari 2023, Pertamina sukses melakukan penawaran saham umum perdana (Initial Public Offering - IPO) anak usahanya PGEO sebesar 10,35 miliar saham dan meraup dana hingga Rp 9,05 triliun.
Saat ini 15 WK yang dikelola Pertamina adalah Gunung Sibuali-Buali - Sumut, Gunung Sibayak-Sinabung - Sumut, Sungai Penuh (Kerinci) - Jambi, Hululais - Bengkulu, Lumut Balai dan Margabayur - Sumsel, Way Panas - Lampung, Kamojang Darajat - Jabar, Karaha Cakrabuana - Jabar, Pangalengan - Jabar, Cibeureum Parabakti - Jabar, Tabanan - Bali, .Lahendong - Sulut, Gunung Lawu - Jateng, Seulawah - NAD, Kotamobagu - Sulut
"Sesuai dengan masterplan Pertamina pengembangan panas bumi hingga tahun 2026 akan terus ditingkatkan, ditargetkan akan naik 2 kali lipat menjadi 1.108 Megawatt (1,1 Gigawatt)," pungkas Fadjar
Pertamina sebagai pemimpin di bidang transisi energi, berkomitmen dalam mendukung target Net Zero Emission 2060 dengan terus mendorong program-program yang berdampak langsung pada capaian Sustainable Development Goals (SDG's). Seluruh upaya tersebut sejalan dengan penerapan Environmental, Social & Governance (ESG) di seluruh lini bisnis dan operasi Pertamina.
(IKN/TSR)
Penulis: Tim Redaksi
Berita Terkait:
-
DLH Palangka Raya Perkuat Pengelolaan Sampah Berbasis Masyarakat
-
Lenovo Idea Tab Plus, Tablet Ringkas untuk Kerja dan Belajar Mobile
-
Iran Berencana Umumkan 'Zona Eksklusi' Baru di Dekat Selat Hormuz
-
Kopi Bengkulu Go Global, Ekspor Perdana ke Italia Capai 19,2 Ton
-
Pascagempa Flores, Warga Pulau Palue Hadapi Krisis Air Bersih
-
Jakarta Selatan Career Fest Bazaar 2026 Digelar, Legislator Minta Transparan Soal Hasil
-
Sekolah di Samasuru Terancam Terdampak Polemik? Ini Sikap Tegas Pemprov Maluku
PT. Berita Nusantara
© Copyright 2017 - 2026 Koran Jakarta ®
All rights reserved.