Riset Multidisiplin ITB Hasilkan ASI Bubuk

Selasa, 15 Agu 2023, 14:48 WIB

JAKARTA - Institut Teknologi Bandung (ITB) mampu menghasilkan Air Susu Ibu (ASI) bubuk melalui riset multidisiplin antara Sekolah Bisnis Manajemen ITB dan Sekolah Farmasi ITB. Riset tersebut bermula dari keresahan komunitas ibu menyusui yang sulit memberikan ASI ketika bekerja.

Ket. Foto: Mahasiswa Program Studi Kewirausahaan ITB, Zakaria Hermawan dan Dosen Sekolah Farmasi ITB, Amirah Adlia, dalam Talkshow Hakteknas 2023, di Jakarta, Minggu (13/8). — Sumber: Muhamad Ma'rup

"Salah satu kisahnya, kalau ibu menyusui apalagi yang bekerja punya bayi di bawah usia dua tahun itu, harus mengirimkan ASI dalam bentuk beku dengan kereta," ujar Mahasiswa Program Studi Kewirausahaan ITB, Zakaria Hermawan, dalam Talkshow Hakteknas 2023, di Jakarta, kemarin.

Zakaria menerangkan, setelah mendalami berbagai kisah komunitas, masalah utama bukan ada pada efisiensi transportasi. Menurutnya, hal yang lebih dibutuhkan adalah mengubah ASI agar lebih praktis dan portable.

"Awalnya kita coba mengefisienkan dari transportasi tersebut. Masalahnya bukan di sana, tapi bisa kita ubah ASI ini menjadi bubuk agar lebih praktis dan portabel," jelasnya.

Dosen Sekolah Farmasi ITB, Amirah Adlia, mengatakan, teknologi yang digunakan bukan teknologi baru dan sudah ada baik dalam skala laboratorium maupun industri. Meski begitu, prosesnya tidak bisa dibilang sederhana.

Dalam prosesnya, pihaknya menggunakan teknologi yang banyak digunakan untuk pembuatan obat herbal untuk ekstrak tanaman. Lebih spesifik, teknologi yang digunakan yaitu pengeringan beku (dry freeze) untuk menjaga kualitas dan komponen dalam ASI agar tidak rusak.

"Di sini kita gunakan teknologi kering beku. Komponen dalam ASI ada protein, itu tidak stabil kena suhu panas. Jadi harus dipastikan itu dingin," katanya.

Amirah menyebut, tantangan dari penelitian adalah memastikan kualitas ASI tersebut tetap sama pada saat sebelum dikeringkan, sudah kering, dan selama penyimpanan. Ke depan, pihaknya berkomitmen untuk memperluas pengembangan bisnis.

"Amira menambahkan pengembangan bisnis ASI bubuk ini masih menyediakan jasa individual. Namun, ke depan akan ada rencana untuk mengembangkan inovasi ini ke arah hilirisasi industri," tandasnya.

Redaktur: Sriyono

Penulis: Muhamad Ma'rup

Berita Terbaru

BNPB Evakuasi Lansia Korban Gempa Pulau Palue ke RSUD Maumere, Begini Kondisinya

Mau Bayar Pajak Kendaraan Bermotor? Ini 14 Lokasi Samsat Keliling Jadetabek Senin

Jumlah rumah rusak akibat gempa di NTT

Cabai Rawit Makin Pedas! Harga Capai Rp69.950/Kg dan Telur Ayam Rp29.250

Mengkhawatirkan! Burung Ekek Keling Sunda Terancam Punah, Populasinya Kian Menurun

Perusahaan Milik Kampus UGM Go Public! Target IPO Capai Rp45 Miliar

Tinjau Karhutla Kalsel, Menhut Raja Antoni: Api Sudah Tak Terlihat, tapi Gambut Masih Berasap.

Dalang Karhutla Diburu! Komisi III DPR Apresiasi Langkah Tegas Polri

Coco Gauff Juara Cincinnati Open untuk Kedua Kalinya, Masuk Klub Elite WTA

Gratis dan Siaga 24 Jam! Pertamina Buka Posko Medis bagi Warga Manggarai NTT

Formula 1: Norris Menangi GP Belanda, Verstappen Kecelakaan di Depan Pendukung Sendiri

TNI AU Gerak Cepat! 6 Pesawat Bawa Bantuan Kemanusiaan ke NTT dan Kalimantan

Liga Inggris: Manchester City Menang Dramatis di Awal Era Maresca, Liverpool Selamat dari Kekalahan

Terungkap! Kebakaran Rumah di Tebet Diduga Dipicu Mesin Fotokopi

Serie A: Amorim Buka Era Baru dengan Kemenangan, Milan Tundukkan Torino; Juventus Menang Tipis atas Frosinone

Karhutla Meluas, Gubernur Kalsel Desak Masyarakat Lindungi Diri dari Paparan Asap

La Liga: Barcelona Pesta Gol di Kandang Elche, Atletico Madrid Selamat dari Kekalahan

Kementerian Kebudayaan akan revitalisasi situs budaya di Malut

Mengerikan Tragedi Kebakaran Rumah di Tebet, 4 Orang Tewas

Arthur Fils Juara Cincinnati Masters 1000, Tekuk Tiafoe dalam Final Bersejarah

PT. Berita Nusantara
© Copyright 2017 - 2026 Koran Jakarta ®
All rights reserved.