Kemenkes: Enterovirus-11 Belum Ditemukan di RI dan Negara ASEAN
Kamis, 13 Jul 2023, 20:22 WIBJAKARTA - Juru Bicara Kementerian Kesehatan (Kemenkes) RI Mohammad Syahril mengatakan Enterovirus-11 (Echovirus-11) belum ditemukan di Indonesia maupun negara ASEAN.
"Berdasarkan penelusuran platform Bluedot, Enterovirus belum terdeteksi di Indonesia maupun negara-negara ASEAN," kata Mohammad Syahril dikonfirmasi di Jakarta, Kamis.
Ia mengatakan yang sempat terdeteksi di Laboratorium Nasional Sri Oemijati berjenis Enterovirus 71 (EV-71) karena termasuk program surveilans penyakit tangan, kaki, dan mulut (Hand, Foot, and Mouth Disease/HFMD).
Namun untuk Enterovirus-11 yang menyerang sejumlah bayi baru lahir di Eropa hingga saat ini belum dilakukan pemeriksaan, kata Syahril.
Ia mengatakan, saat ini terdapat tiga laboratorium diagnosis yang dapat mengidentifikasi Enterovirus-11 di Indonesia, yakni Laboratorium Sri Oemijati Jakarta, Laboratorium Biofarma Bandung, dan Balai Besar Laboratorium Kesehatan (BBLK) Surabaya.
"Alat diagnosis Enterovirus di laboratorium dengan identifikasi kultur dan PCR untuk Enterovirus 71 dan polio virus. Untuk Enterovirus 11 dapat diidentifikasi melaluireal timePCR dan sekuensing," katanya.
Syahril menambahkan upaya mencegah Enterovirus secara umum adalah dengan menjaga kebersihan pribadi dan lingkungan secara baik sebagai metode pencegahan utama.
Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) pada Jumat (7/7) mengumumkan sebanyak 26 bayi di sejumlah negara Eropa terinfeksi Enterovirus. Delapan dari bayi tersebut meninggal setelah gagal organ dan sepsis.
Kasus infeksi Enterovirus dilaporkan dari Kroasia, Prancis, Italia, Spanyol, Swedia, dan Inggris. Sebagian besar kematian dilaporkan dari Prancis.
Kasus Enterovirus-11 diidentifikasi pada awal 2022. Setidaknya setengah dari 26 kasus dilaporkan sejak akhir musim semi 2023.
Redaktur: Redaksi Koran Jakarta
Penulis: Alfred, Antara
Berita Terkait:
-
Vaksinasi Rabies Gratis untuk Hewan Peliharaan Digelar di Balai Karantina
-
Pemkot Gelar Gebyar Bandung Utama demi Dekatkan Layanan Publik kepada Warga
-
Karhutla Makin Serius! Kemenhub Terbitkan 35 Izin Pesawat Asing Bantu Atasi Kebakaran
-
Banjir Bandang Nepal Tewaskan 734 Orang, 2.498 Masih Hilang Usai Gletser Runtuh
-
Warga Banyumas Mengeluh karena Harga-harga Kebutuhan Pokok Mulai Naik
-
2 Bulan Antrean Berular di SPBU, Pertamina Sulawesi Bongkar Biang Kerok dan Gandeng Satgas
-
MAKI Desak KPK Tahan 2 Tersangka Kasus CSR BI-OJK, Dewas Diminta Bertindak
PT. Berita Nusantara
© Copyright 2017 - 2026 Koran Jakarta ®
All rights reserved.