- Home
-
- Luar Negeri
-
- Tingkatkan Kualitas SDM, P...
Tingkatkan Kualitas SDM, Polisi Ukraina Pelajari Cara Identifikasi Jenazah di Jepang
Senin, 10 Jul 2023, 16:31 WIBTokyo - Tingkatkan kualitas SDM, Para petugas kepolisian Ukraina pada Senin mengikuti program pelatihan identifikasi korban tewas akibat perang, di Tokyo.
Mereka berusaha belajar dari pengalaman Jepang dalam melakukan otopsi massal setelah bencana gempa dan tsunami 2011.
Selama latihan yang berlangsung lima hari hingga Jumat itu, sepuluh polisi Ukraina dilatih mengenai prosedur otopsi massal, mengumpulkan spesimen, dan analisa DNA.
Menurut Badan Kepolisian Nasional Jepang (NPA), pelatihan ini dilakukan karena Ukraina belum bisa mengidentifikasi puluhan ribu jenazah sejak Rusia menginvasi mereka Februari 2022.
Kepolisian Ukraina juga akan mempelajari pendekatan Jepang dalam perawatan kesehatan mental untuk keluarga korban yang kehilangan orang-orang terkasihnya dan petugas yang terlibat dalam proses identifikasi jenazah.
"Kolega-kolega kami yang mengikuti program ini berasal dari provinsi-provinsi yang diamuk perang. Kami diundang oleh Jepang dan berharap menarik pengalaman (dari Jepang)," kata Oleksandr Shulha pada upacara pembukaan pelatihan di Tokyo, mewakili delegasi Ukraina.
Hiroki Tsuitsui, anggota dewan urusan internasional dalam NPA mengaku senang bisa berbagi pengalaman dengan Ukraina.
"Sudah menjadi tanggung jawab bersama polisi Ukraina dan Jepang mengembalikan jenazah korban kepada keluarga mereka sesegera mungkin," kata dia.
Sampai akhir Februari tahun ini, polisi Jepang telah menyelesaikan 15.830 otopsi terhadap jenazah korban gempa dan tsunami 2011 di Prefektur Iwate, Miyagi dan prefektur Fukushima.
Polisi Ukraina juga akan mengikuti sebuah kuiah di Tokyo dan mengunjungi Lembaga Riset Ilmu Kepolisian Nasional di Prefektur Chiba, dekat ibukota Jepang.
Mereka akan mengunjungi Prefektur Fukushima selama dua hari sejak Kamis dan sisa-sisa Sekolah Dasar Ukedo yang terkena bencana, selain bertukar pandangan dengan polisi Jepang yang terlibat dalam identifikasi jenazah korban bencana besar itu.
Program pelatihan ini diadakan setelah awal Mei lalu Ukraina menghubungi Kedutaan Besar Jepang di Ukraina melalui Program Pembangunan Perserikatan Bangsa-bangsa (PBB) guna meminta profesional Jepang membagikan pengalamannya dalam mengidentifikasi jenazah dalam jumlah besar.
Redaktur: Marcellus Widiarto
Penulis: Antara
Berita Terkait:
-
Baku Tembak Sengit Militer Yaman-Houthi, 117 Nyawa Melayang
-
Daftar Artis Penampil Festival Musik Pestapora 2026, Digelar 3 Hari dari 25-27 September
-
Pemerintah: Pendidikan Gratis SD hingga SMP Negeri maupun Swasta Diterapkan Bertahap pada 2027
-
Cuaca DKI Jakarta pada Kamis Ini: Sebagian Besar Wilayah Diprediksi Cerah Berawan
-
Dari Sesepuh untuk Generasi Penerus, Mantan Panglima TNI Titip Pesan bagi Prajurit TNI.
-
LRT Jabodebek Targetkan 30 Juta Penumpang pada 2026
-
KCIC Siapkan Akses Baru di Stasiun Padalarang untuk Permudah Penumpang Whoosh
PT. Berita Nusantara
© Copyright 2017 - 2026 Koran Jakarta ®
All rights reserved.