- Home
-
- Luar Negeri
-
- Antisipasi Pencemaran, Tio...
Antisipasi Pencemaran, Tiongkok Larang Impor Produk Makanan Laut dari Jepang Imbas Limbah Nuklir
Jumat, 07 Jul 2023, 21:32 WIBIstanbul - Antisipasi pencemaran. Tiongkok pada Jumat mengeluarkan larangan impor produk makanan, terutama makanan laut, dari Jepang karena negara itu tetap melanjutkan rencananya untuk melepaskan limbah air bekas nuklir ke laut, menurut harian Global Times.
Beijing melarang pembelian makanan dari 10 wilayah di Jepang termasuk Fukushima, menurut Administrasi Umum Kepabeanan Tiongkok (GAC).
Langkah tersebut bertujuan untuk mencegah impor "makanan terkontaminasi radioaktif" dari Jepang dan memastikan keamanan makanan impor bagi konsumen Tiongkok, menurut surat kabar itu.
Tindakan Beijing itu dilakukan setelah Badan Tenaga Atom Internasional (IAEA) mengatakan pelepasan air yang diolah oleh Jepang dari pembangkit listrik Fukushima yang rusak akan memiliki dampak "yang dapat diabaikan" baik bagi manusia maupun lingkungan.
Untuk makanan dari wilayah lain di Jepang, terutama produk akuatik, GAC akan meninjau secara ketat dokumen sertifikasi, meningkatkan pengawasan, menerapkan inspeksi sepenuhnya dengan ketat, dan terus meningkatkan pemantauan bahan radioaktif.
Jepang berencana mulai membuang akumulasi air radioaktif pada musim panas ini.
Redaktur: Marcellus Widiarto
Penulis: Antara
Berita Terkait:
-
Chef Petty Elliott dan Chef Budiono Sukim Buka Rahasia Produk Legendaris FKS Food
-
Pembangunan Jalan Akses KEK Bitung Selesai! Distribusi Logistik Sulut Makin Lancar
-
Kapolda Metro Jaya Minta Polisi Hadir dan Jadi Solusi bagi Masyarakat
-
Komnas Perempuan Minta Pemerintah Libatkan Perempuan dalam Penanganan Karhutla
-
Sengketa RDN Masuk Tahap Mediasi, PT Paramitra Alfa Sekuritas dan Nasabah Menanti Niat Baik BCA.
-
Siti Hasmah Istri Mahathir Mohamad Tutup Usia 100 Tahun, Dimakamkan Secara Kenegaraan
-
MTV Video Music Awards 2026 Siap Digelar, Madonna dan Taylor Swift Bersaing Ketat
PT. Berita Nusantara
© Copyright 2017 - 2026 Koran Jakarta ®
All rights reserved.