ASN di Daerah Rentan Langgar Netralitas Pemilu
Rabu, 28 Jun 2023, 01:25 WIBBENGKULU - Komisi Aparatur Sipil Negara (KASN) menyebutkan aparatur sipil negara (ASN) di daerah lebih rentan dan berpotensi melakukan pelanggaran netralitas pada masa-masa pemilu dan pilkada 2024.
"Potensi (pelanggaran netralitas) itu sangat tinggi dalam politik, orang-orang (tertentu) ingin mengait-kait, menggeret-geret ASN (ikut memberikan dan menyatakan dukungan di pemilu)," kata Asisten Komisioner Komisi Aparatur Sipil Negara (KASN) Pengawasan Bidang Nilai Dasar, Kode Etik, Kode Perlaku dan Netraliltas ASN Rolly Rochmad Purnomo di Bengkulu, Selasa (27/6).
Aparatur sipil negara kata dia merupakan sosok yang dipandang sumber daya manusianya cukup baik di tengah masyarakat, kondisi seperti itu berpotensi dimanfaatkan oknum peserta pemilu untuk mendapatkan dukungan dari masyarakat sebagai pemilih.
"ASN itu sumber dayanya cukup baik di masyarakat, apalagi terutama di daerah, ASN dipandang sesuatu jabatan yang prestisius, dengan dukungan para ASN, oknum menilai mereka dapat menggali banyak suara masyarakat," kata dia.
Meskipun ASN di daerah rentan terhadap jebakan dan godaan politik praktis, KASN tetap meminta ASN selalu berada pada prinsipnya, profesional, netral dan berintegritas. "Yang kami harapkan, ASN tidak tergiur untuk ikut-ikutan dalam politik praktis, supaya kompetisi berjalan secara netral," ucap Rolly.
Dia mengatakan ASN jangan mengekspresikan preferensi politik mereka di ruang-ruang publik, di dalam percakapan-percakapan, pertemuan-pertemuan, maupun di ruang-ruang media sosial. "Silakan ekspresikan itu di bilik suara, tidak boleh ada yang tahu preferensi politik anda apa, kalau tidak netral banyak hukuman yang menanti, tergantung pelanggarannya ada yang ringan sampai dengan PTDH, pemberhentian dengan tidak hormat," ujarnya.
Politik Praktis
KASN juga mengingatkan ASN yang umurnya berada pada rentang kelompok muda untuk berhati-hati dan jangan terjebak dalam politik praktis di media sosial. "Ini yang kami khawatirkan dengan media sosial yang makin berkembang, anak muda ASN literasi digital mereka sangat baik, khawatir akan berkembang menjadi pelanggaran netralitas ASN di pemilu," kata Rolly.
Dia mengingatkan para ASN untuk lebih bijak menggunakan gawai dan media daring, sehingga tidak terseret-seret oleh kepentingan-kepentingan dalam politik praktis.
Redaktur: Sriyono
Penulis: Antara
Berita Terkait:
-
Bukan Sekadar Tanaman Hias, Florikultura Bidik Masa Depan Ekonomi Hijau
-
Pemkab Cianjur Gelar Gerakan Pangan Murah Tekan Kenaikan Harga
-
Infrastruktur Diperkuat, Bandung Barat Incar Lonjakan Turis Asing
-
Presiden Prabowo Telepon Tim Bulu Tangkis Usai Raih Emas Pertama Asian Games 2026
-
Kejutan Manis Pemkab Banyuasin: Listrik Masuk Desa Terpencil Bulan Ini, Cek Lokasinya
-
Deepfake Mulai Jadi Ancaman Pemilu, Bawaslu Sulsel Siapkan Konstruksi Hukum
-
Bentrokan Warga dan Perusahaan di Morowali, 75 TKA Dievakuasi ke Polda Sulteng
PT. Berita Nusantara
© Copyright 2017 - 2026 Koran Jakarta ®
All rights reserved.