- Home
-
- Luar Negeri
-
- Tiongkok Minta AS Ciptakan...
Tiongkok Minta AS Ciptakan Suasana untuk Berdialog
Rabu, 31 Mei 2023, 08:13 WIBISTANBUL/TORONTO - Tiongkok pada Selasa (30/5) mengatakan agar Washington menciptakan "suasana yang diperlukan" untuk dialog bilateral, usai menolak permintaan Amerika Serikat untuk pertemuan pemimpin pertahanan kedua negara.
"AS seharusnya sadar penyebab kesulitan dialog antara militer Tiongkok dengan AS, menghormati masalah kedaulatan, keamanan, dan kepentingan Tiongkok, segera memperbaiki tindakan yang salah dan menunjukkan ketulusan," kata Mao Ning, juru bicara Kementerian Luar Negeri Tiongkok.
Beijing meminta Washington "untuk menciptakan suasana dan kondisi yang diperlukan untuk dialog," menurut harian Tiongkok Global Times mengutip Mao.
AS meminta Tiongkok untuk mengadakan pertemuan kepala pertahanan kedua negara disela forum keamanan tahunan di Singapura.
Tiongkok "menginformasikan AS bahwa mereka menolak undangan kami untuk mempertemukan Menteri Pertahanan Lloyd Austin dengan Menteri Pertahanan Nasional Li Shangfu di Singapura minggu ini," kata juru bicara Pentagon Patrick Ryder kepada Anadolu.
Penasehat Negara dan Menteri Pertahanan Tiongkok Jenderal Li Shangfu dan Menteri Pertahanan AS Lloyd Austin akan menghadiri Dialog Shangri-La ke-20 di Singapura pada 31 Mei hingga 4 Juni, dimana para pemimpin global dan pembuat kebijakan akan bertemu dan membahas isu-isu penting.
Namun Ryder, menekankan pentingnya menjaga saluran komunikasi yang terbuka antara militer kedua negara untuk memastikan kompetisi tidak berubah menjadi konflik.
Li diangkat sebagai kepala pertahanan awal tahun ini pada Maret. Ia menghadapi sanksi AS karena mempromosikan kesepakatan pertahanan Tiongkok-Rusia.
"Keengganan Tiongkok untuk terlibat dalam diskusi antar militer yang bermakna" tidak akan mengurangi komitmen Departemen Pertahanan AS untuk mencari jalur komunikasi terbuka dengan Tentara Pembebasan Rakyat di berbagai tingkatan sebagai bagian dari pengelolaan hubungan yang bertanggung jawab, kata Ryder
Sanksi yang ditetapkan kepada Li di bawah Countering America's Adversaries Through Sanctions Act (CAATSA) tidak menghalangi Austin bertemu dengannya dalam proses menjalankan tugas resmi pemerintah AS, tegas Ryder.
Redaktur: Lili Lestari
Penulis: Antara
Berita Terkait:
-
Sengketa RDN Masuk Tahap Mediasi, PT Paramitra Alfa Sekuritas dan Nasabah Menanti Niat Baik BCA.
-
MTV Video Music Awards 2026 Siap Digelar, Madonna dan Taylor Swift Bersaing Ketat
-
Siti Hasmah Istri Mahathir Mohamad Tutup Usia 100 Tahun, Dimakamkan Secara Kenegaraan
-
Komnas Perempuan Minta Pemerintah Libatkan Perempuan dalam Penanganan Karhutla
-
Pembangunan Jalan Akses KEK Bitung Selesai! Distribusi Logistik Sulut Makin Lancar
-
Janice Tjen Tersingkir dari China Open
-
Presiden Prabowo Lantik Pratikno dan Hatta Rajasa sebagai Ketua dan Wakil Ketua Wantimpres
PT. Berita Nusantara
© Copyright 2017 - 2026 Koran Jakarta ®
All rights reserved.