ASDP Tingkatkan Kecakapan Kru Tangani Kapal Terbakar
Rabu, 24 Mei 2023, 20:37 WIBBANDA ACEH - PT ASDP Indonesia Ferry (Persero) menggelar simulasi penanganan peristiwa kebakaran Kapal Motor Penyeberangan (KMP) di Pelabuhan Ulee Lheu Banda Aceh, dalam upaya meningkatkan kewaspadaan dan kecakapan kru kapal dalam meminimalisir korban jiwa saat keadaan darurat.
General Manager PT ASDP Indonesia Ferry (Persero) Cabang Banda Aceh Agus Djoko Triyanto di Banda Aceh, Rabu, mengatakan latihan penanganan keadaan darurat di kapal penyeberangan tersebut merupakan agenda rutin yang dilakukan setiap tahun dengan melibatkan berbagai unsur.
"Ini dalam upaya meningkatkan kewaspadaan atau kecakapan dari kru kami untuk melaksanakan penanggulangan potensi bencana yang mungkin akan timbul di kapal milik kami," kata Agus.
Simulasi penanganan keadaan darurat dilakukan PT ASDP Indonesia Ferry bersama unsur Basarnas, Kesatuan Pelaksanaan Pengamanan Pelabuhan (KP3), Kesyahbandaran dan Otoritas Pelabuhan (KSOP), Kantor Kesehatan Pelabuhan (KKP), Dinas Perhubungan, Jasa Raharja serta TNI-Polri.
Dalam latihan ini, kata dia, KMP BRR yang berada sekitar 1 mil dari Pelabuhan Ulee Lheu Banda Aceh dilaporkan terbakar. Ada beberapa orang korban dalam peristiwa itu, beberapa di antaranya melompat ke laut, pingsan dalam kapal serta luka bakar dan patah tulang akibat terjatuh.
Mendengar laporan itu, tim Basarnas menuju ke lokasi kejadian untuk memadamkan api, sekaligus mengevaluasi para korban.
"Korban di dalam kapal tertangani dengan baik sesuai prosedur oleh kru KMP BRR, adapun korban yang di laut ditangani oleh petugas Basarnas dengan baik pula," ujar Agus.
Saat latihan, Basarnas mengerahkan satu unit KN SAR Kresna, satu unit kapal sea rider serta satu unitrubber boat.Dengan melibatkan 30 petugas Basarnas dan 20 petugas ASDP di darat dan di laut serta beberapa petugas dari unsur lainnya.
Kepala Kantor Basarnas Banda Aceh Al Hussain mengatakan simulasi tersebut sangat penting dilakukan guna meningkatkan kesiapsiagaan tim Basarnas dalam setiap peristiwa apapun.
"Jadi apabila terjadi hal-hal yang sebenarnya, maka kita sudah siap untuk melakukan pertolongan," kata Al Hussain.
Selain itu, menurut Al Hussain, simulasi tersebut juga untuk memperkuat koordinasi lintas sektor dalam setiap bencana dan keadaan darurat. Dan juga untuk menguji standar operasional prosedur (SOP) dari Basarnas dalam memberi pertolongan dalam sebuah peristiwa.
"Ini juga bagian dari kita mensosialisasikan kepada masyarakat sehingga lebih tahu tentang prosedur penyelamatan di kapal maupun di laut," ujarnya.
- ASDP
- Kota Banda Aceh
- PT ASDP Indonesia Ferry (Persero)
- Banda Aceh
- Kapal Motor Penyeberangan
- Pelabuhan Ulee Lheu
Redaktur: Redaksi Koran Jakarta
Penulis: Alfred, Antara
Berita Terkait:
-
Global Minimum Tax Masuk Arena Investasi, ESDM Pasang Target Investor
-
Pertanian Luwu Mau Naik Kelas, Pemkab Gandeng Swasta dan Kampus untuk Pengembangannya
-
Pembangunan Waduk Bango di Cilandak, Pondok Labu, Telan Biaya Rp63,87 Miliar
-
Progres 79 Persen, Trase Baru Jalan Saleh Danasasmita Bogor Dikebut
-
Bupati Karawang Tegaskan Tak Ada Pungutan dalam Mutasi dan Rotasi Jabatan
-
Penataan Lapangan Banteng Capai 63 Persen, Ditargetkan Rampung November
-
Mendiktisaintek Minta Kampus Tak Cuma Kejar Publikasi, Riset Harus Punya Dampak
PT. Berita Nusantara
© Copyright 2017 - 2026 Koran Jakarta ®
All rights reserved.