Antisipasi El Nino, Distanbun Aceh Optimalkan Potensi Sumber Air
Jumat, 12 Mei 2023, 16:30 WIBBANDA ACEH - Dinas Pertanian dan Perkebunan (Distanbun) Aceh berupaya mengoptimalkan segala potensi sumber air dengan menggunakan infrastruktur air dalam upaya mengantisipasi musim kemarau ekstrem atau El Nino demi menjaga ketahanan pangan.
"Sesuai dengan arahan dari kementerian, untuk antisipasinya ini kita harus memanfaatkan semua potensi sumber air yang ada," kata Kepala Bidang Tanaman Pangan Distanbun Aceh Safrizal di Banda Aceh, Jumat.
Pada tahun ini, kondisi cuaca yang telah diperkirakan Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) yakni akan terjadi kemarau ekstrem atau El Nino, sehingga perlu diwaspadai.
Sebab itu, kata Safrizal, pihaknya maupun petani akan memanfaatkan semua potensi sumber air. Dinas pertanian kabupaten/kota juga selalu siap ketika petani perlu bantuan untuk pinjam pakai alat pompa air guna mengairi sawah.
Selain itu, lanjut dia, para penyuluh pertanian juga ditugaskan untuk mendampingi petani yang berada di daerah dengan potensi kekeringan atau dampak dari kekeringan. Apabila ada sumber air seperti sumur, waduk kecil dan sebagainya, maka bisa langsung gunakan infrastruktur air di daerah untuk membantu petani.
"Jadi dalam skala besar, kita harus memanfaatkan potensi air, misalnya ada waduk kecil dimanfaatkan untuk mengairi sawah. Kalau saat ini kondisi di Aceh sudah lumayan ada curah hujan," ujarnya.
Di sisi lain, Safrizal menambahkan, pihaknya juga terus berkoordinasi dengan instansi terkait seperti Dinas Pengairan, dengan segala infrastruktur yang dimiliki agar dapat dimanfaatkan guna memenuhi ketersediaan air untuk lahan-lahan persawahan di Tanah Rencong.
Sebelumnya, Kepala BMKG Dwikorita Karnawati menyebut pihaknya memprediksi sebesar 50-60 persen fenomena El Nino berpeluang terjadi pada semester dua 2023.
"Terkait prakiraan dinamika atmosfer-laut, La Nina diprediksi akan segera beralih ke fase netral pada periode Maret 2023 dan bertahan hingga semester pertama 2023. Sedangkan, pada semester kedua, terdapat peluang sebesar 50-60 persen bahwa kondisi netral akan beralih menuju fase El Nino," kata Dwikorita.
Kondisi El Nino umumnya memberikan dampak berkurangnya curah hujan di wilayah Indonesia dan berpotensi menimbulkan kekeringan meteorologis.
Oleh karena itu, Dwikorita mengimbau kementerian/lembaga, pemerintah daerah, institusi terkait, dan seluruh masyarakat untuk lebih siap dan antisipatif terhadap kemungkinan dampak musim kemarau terutama di wilayah yang mengalami sifat musim kemarau bawah normal atau lebih kering dibanding biasanya.
"Wilayah tersebut diprediksi mengalami peningkatan risiko bencana kekeringan meteorologis, kebakaran hutan dan lahan, dan kekurangan air bersih," ujarnya.
- Ketahanan Pangan
- El Nino
- air bersih
- Infrastruktur Air
- Kota Banda Aceh
- dampak El Nino
- Banda Aceh
- Distanbun Aceh
- sumber air
- kemarau ekstrem
Redaktur: Redaksi Koran Jakarta
Penulis: Alfred, Antara
Berita Terkait:
-
Kekeringan dan Rob Hantam Demak, 124 Hektare Sawah di Kekeringan Parah
-
Ilmuwan Perkirakan El Niño Dahsyat akan Menyebabkan 450.000 Kematian dalam Enam Bulan ke Depan
-
Sedimen Numpuk di Intake Bendung Kamijoro, Pasokan Air 2.563 Hektar Sawah di Jogja Terganggu
-
Sawah 120 Hektar di Jatim Terancam Kekeringan, Menteri PU Turunkan 13 Pompa Darurat!
-
Dinas Tanaman Pangan Kalbar: Dampak El Nino Sebabkan Satu Musim Tanam Padi Hilang
-
600 Hektar Sawah di Bekasi Kekeringan, KemenPU Operasikan 3 Pompa
-
35 Hektare Sawah di Lampung Nyaris Gagal Panen, KemenPU Kerahkan Pompa Air dari Bendung Way Pisang
PT. Berita Nusantara
© Copyright 2017 - 2026 Koran Jakarta ®
All rights reserved.