- Home
-
- Luar Negeri
-
- Lavrov Berterima Kasih pad...
Lavrov Berterima Kasih pada Lula da Silva Atas Upaya Mediasi Rusia-Ukraina
Selasa, 18 Apr 2023, 12:01 WIBBRASILIA - Menteri luar negeri Rusia berterima kasih kepada Brasil, Senin (17/4) karena berupaya menengahi pembicaraan damai di Ukraina menjelang pertemuan dengan Presiden Luiz Inacio Lula da Silva. Pernyataan Lula tentang konflik tersebut telah mencemaskan beberapa pihak di Barat.
Menteri Sergei Lavrov yang mengunjungi Brasil pada awal tur Amerika Latin, diperkirakan akan membahas perang dengan Lula. Pihaknya memastikan keduanya akan bertemu Senin malam waktu setempat.
Lula mendorong diadakannya dialog untuk mengakhiri konflik Ukraina. Namun pihak Barat mengkhawatirkan sikap anti-Baratnya, termasuk tuduhannya bahwa Washington "mendorong" perang.
"Kami berterima kasih kepada teman-teman Brasil kami atas pemahaman mereka yang jelas tentang asal-usul situasi (di Ukraina). Kami berterima kasih atas keinginan mereka untuk berkontribusi menemukan cara menyelesaikan situasi ini," kata Lavrov setelah bertemu Menlu Mauro Vieira di Brasilia.
"Kami tertarik untuk menyelesaikan konflik secepat mungkin," kata Lavrov.
Namun dia mengatakan, solusi apa pun harus didasarkan pada "multipolaritas". Dia menuduh Barat "berusaha mendominasi arena internasional".
Lula baru saja melakukan perjalanan ke Tiongkok dan Uni Emirat Arab, di mana dia menuduh Amerika Serikat "mendorong perang" di Ukraina. Dia juga mengatakan Amerika Serikat dan Eropa "perlu mulai berbicara tentang perdamaian," dan Kiev berbagi kesalahan atas konflik tersebut.
Brasil tidak bergabung dengan negara-negara Barat dalam menjatuhkan sanksi terhadap Rusia atas invasinya, dan menolak permintaan memasok amunisi ke Ukraina.
Perjalanan Lavrov dilakukan setelah penasihat kebijakan luar negeri utama Lula, Celso Amorim, bertemu dengan Presiden Rusia Vladimir Putin di Kremlin pada Maret lalu untuk membahas pembukaan pembicaraan damai.
Brasil adalah perhentian pertama Lavrov dalam tur Amerika Latin selama seminggu yang mencakup Venezuela, Nikaragua, dan Kuba - negara-negara yang pemerintah kirinya memiliki hubungan permusuhan dengan Amerika Serikat.
Lavrov dan Vieira mengatakan pembicaraan mereka juga berfokus pada energi dan perdagangan.
Sekitar seperempat dari impor pupuk pembangkit tenaga pertanian Brasil berasal dari Rusia.
Kedua negara terlibat dalam rekor perdagangan bilateral senilai $9,8 miliar tahun lalu.
Redaktur: Lili Lestari
Penulis: CNA
Berita Terkait:
-
Atraksi Drone Spektakuler di Bundaran HI, Perjalanan Indonesia Sukses Bikin Terpukau
-
Transfer Teknologi Panas Bumi, Pertamina Drilling dan Iceland Drilling Bidik Proyek Global
-
Hasil Liga Inggris: Arsenal Buka Liga Premier dengan Taklukkan Coventry City 3-0
-
Rombak Besar-besaran, Timnas Brasil Menang Telak 4-0 Atas India di Laga Uji Coba
-
Jelang MotoGP Mandalika, Anak Muda NTB Dapat Porsi Volunteer Lebih Besar Agar Mampu Transfer Ilmu
-
Program Palu Mapan Tetap Mampu Produktif di Tengah Fenomena El Nino
-
Polisi Tangkap Tiga Remaja yang Bawa Senjata Hendak Tawuran di Depok
PT. Berita Nusantara
© Copyright 2017 - 2026 Koran Jakarta ®
All rights reserved.