Kinerja Pemerintah, Gubernur Jabar Minta Kader PKK Membuat Konten Medsos Soal Capaian Positif
Selasa, 14 Mar 2023, 18:12 WIBBandung - Kinerja pemerintah, Gubernur Jawa Barat (Jabar) M Ridwan Kamil meminta kepada seluruh kader Pemberdayaan dan Kesejahteraan Keluarga (PKK) di Jawa Barat, untuk membuat konten di media sosial yang berisi capaian-capaian positif yang telah dicapai Gerakan PKK.
"Tim penggeraknya akan berakhir tahun ini. Jadi kuncinya memberitakan, bikin konten ada 500 pencapaian jabar, ada ekonomi terbaik, penangananstuntingterbaik, PNS terbaik, penurunan kemiskinan terbaik dan lain-lain," kata Gubernur Ridwan Kamil seusai menghadiri Rakorda PKK Tingkat Provinsi Jawa Barat, di Kota Bandung, Selasa.
Ia berharapkader PKKdapat membantu menginformasikan capaian yang sudah dilakukan Pemerintah Provinsi (Pemprov) Jawa Barat (Jabar) dengan membuat konten yang diunggah di kanal media sosial hingga aplikasi pesan singkat dan materi pemberitaannya bisa berisi penghargaan atau hasil kinerja yang sudah dilakukan di masa pemerintahannya.
"Jadi bagaimana memberitakan pencapaian ke masyarakat, yang viral kan berita negatif. Sekarang pertanyaannya bisakah memviralkan pencapaian berita positif. Ini kan tahun terakhir, sehingga memastikan masyarakat selama lima tahun tahu pencapaian apa saja," kata Ridwan Kamil.
Keberadaan media sosial saat ini, lanjutnya,bisa menjadi ujian dan upaya menyeimbangkan informasi viral di media sosial yang cenderung tak bermanfaat.
Lebih lanjut Gubernur Jabar itu menyebutkan bahwa jumlah puskesmas di provinsi itu tidak ideal sehingga untuk mengatasinya ia memanfaatkan posyandu dan anggota PKK agar bisa melayani pemeriksaan kesehatan.
Menurut dia, masalah ketersediaan puskesmas yang tidak ideal ini terjadi di semua wilayah Indonesia. Di Jawa Barathanya ada sekitar 1.000 puskesmas, padahal idealnya ada 3.000 puskesmas.
"Rasio jumlah puskesmas Indonesia itu tidak mencukupi. Maka Kemenkes memutuskan menggunakan posyandu yang jumlahnya lebih banyak berlipat-lipat menjadi posyandu plus plus yang tugasnya seperti puskesmas," kata dia.
Pihaknya menambahkan keberadaan posyandu dan memaksimalkan peran ibu-ibu penggerakPKKdalam pelayanan kesehatan masyarakat yang diharapkan jangkauannya lebih luas.
"Kita andalkan konsep baru namanya posyandu plus plus. Posyandu versi baru yang bertindak bisa mengecek kesehatan warga," kata dia.
Redaktur: Marcellus Widiarto
Penulis: Antara
Berita Terkait:
-
Rybakina Mundur dari Wuhan Open karena Cedera, Fokus Pulihkan Kondisi
-
Apakah Ada yang Tahu Apa Itu Jelekongism
-
COP31 di Turki Dibayangi Jalan Buntu Pengurangan Bahan Bakar Fosil
-
Terlalu Banyak Superhero dalam Avengers: Doomsday, Sutradara Anthony Russo Sampai Lupa Siapa Saja Aktor yang Sudah Diumumkan akan Ikut Bermain
-
Basarnas Akan Kerahkan Dua Unit Helikopter Selama MotoGP 2026
-
Bakesbangpol Sleman Perkuat Pancasila Hadapi Ancaman Hibrida di Ruang Digital
-
Indonesia Calonkan Diri sebagai Anggota Dewan ICAO Periode 2026–2028
PT. Berita Nusantara
© Copyright 2017 - 2026 Koran Jakarta ®
All rights reserved.