Waduh Banyak Sekali saat Musim Penghujan, BMKG Deteksi 23 Titik Panas di Kaltim
Sabtu, 11 Mar 2023, 00:14 WIBBalikpapan - Waduh banyak sekali saat musim penghujan. Badan Meteorologi, Klimatologi dan Geofisika (BMKG) Stasiun Balikpapan mendeteksi 23 titik panas di Provinsi Kalimantan Timur (Kaltim), sehingga semua pihak diminta saling menjaga agar tidak terjadi titik panas lagi karena sejumlah kawasan masih berpotensi panas beberapa hari.
"Sebaran titik panas tersebut telah kami informasikan kepada pihak terkait agar dapat dilakukan tindakan lebih lanjut," kata Koordinator Bidang Data dan Informasi Stasiun Meteorologi Kelas I Sultan Aji Muhammad Sulaiman (SAMS) Sepinggan BMKG Balikpapan Diyan Novrida di Balikpapan, Jumat.
Sebanyak 23 titik panas tersebut terpantau Jumat ini mulai pukul 01.00 hingga pukul 17.00 Wita, kemudian langsung disampaikan ke instansi terkait, terutama Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) baik di tingkat Provinsi Kaltim maupun kabupaten/kota agar mendapat penanganan lebih lanjut.
Dua hari sebelumnya (Rabu, 8/3), pihaknya juga mendeteksi sebanyak 15 titik panas tersebar pada tiga kabupaten di Kaltim, namun titik panas tersebut telah padam setelah dilakukan penanganan oleh pihak terkait.
Sedangkan 23 titik panas yang terpantau hari ini berada di titik koordinat berbeda, meskipun ada yang masih dalam satu kabupaten maupun kecamatan yang sama.
Ke-23 titik panas yang terdeteksi hari ini tersebar pada empat kabupaten/kota, yakni di Kota Bontang ada 1 titik, Kabupaten Kutai Kartanegara 2 titik, Berau 4 titik, dan selebihnya yang sebanyak 16 titik berada di Kabupaten Kutai Timur.
Rinciannya adalah titik panas di Bontang berada di Kecamatan Bontang Selatan, di Kutai Kartanegara tersebar pada dua kecamatan, yakni Kecamatan Sebulu dan Marang Kayu, kemudian 4 titik yang di Berau tersebar pada tiga kecamatan, yakni Kecamatan Gunung Tabur dan Sambaliung masing-masing 1 titik, dan 2 titik di Kecamatan Pulau Derawan.
Sedangkan 16 titik yang berada di Kutai Timur, tersebar pada empat kecamatan, yakni 4 titik di Kecamatan Bengalon, 9 titik di Kecamatan Kaubun, Kecamatan Long Mesangat dan Rantau Pulung masing-masing ada 1 titik yang semuanya memiliki tingkat kepercayaan menengah.
Saat ini, katanya, sebenarnya masih masuk musim hujan, namun dalam beberapa hari tidak terjadi hujan di sejumlah kawasan, sehingga hal ini berakibat mengeringnya biomassa di lahan tertentu yang rawan terjadi kebakaran.
"Mengingat akhir-akhir ini kerap terpantau titik panas, maka kami mengimbau semua elemen untuk sama-sama menjaga, seperti tidak membuang puntung rokok sembarangan, tidak melakukan pembakaran saat mengelola lahan, apalagi jika di kawasan tersebut ada hutan atau lahan yang mudah terbakar," kata Diyan.
Redaktur: Marcellus Widiarto
Penulis: Antara
Berita Terkait:
-
DPR Dorong Percepatan Rekonstruksi Desa Adat Sade
-
Penutupan Pendakian Gunung Gede Pangarango Diperpanjang, TNGGP Imbau Pendaki "Refund" Tiket Lewat WhatsApp
-
Menkeu Purbaya Pastikan Kemenkeu Punya Dana Cukup Bayar Utang Kereta Cepat
-
Dinkes Cirebon Mengintensifkan Program Cegah Stunting Sejak Remaja
-
Como vs RB Leipzig: Tim Debutan Liga Champions Tantang Semifinalis 2020
-
Bank of England: Awas Krisis Ekonomi Global Akibat Kecanggihan AI
-
Harga Emas Antam Hari Ini Rp2.670.000/Gram, Naik Rp31.000
PT. Berita Nusantara
© Copyright 2017 - 2026 Koran Jakarta ®
All rights reserved.