Pantas Didukung! RUU Kesehatan dan Transformasi Menuju Perbaikan Kualitas Layanan Pasien
Jumat, 10 Mar 2023, 18:00 WIBJakarta - Juru bicara Kementerian Kesehatan (Kemenkes) RI Mohammad Syahril optimistis transformasi kesehatan yang disertai dengan realisasi Rancangan Undang-Undang (RUU) Kesehatan dapat melahirkan penyempurnaan dalam sistem layanan kesehatan di Indonesia.
"Kita harus yakin dengan potensi bangsa kita, harus yakin, dokter kita hebat-hebat, rumah sakit kita bagus-bagus. Kekurangan yang ada, kami lakukan dengan transformasi kesehatan," kata Mohammad Syahril yang dikonfirmasi di Jakarta, Jumat (10/3).
Transformasi kesehatan di Indonesia terdiri atas enam pilar yakni pada layanan primer melalui revitalisasi puskesmas dan posyandu yang tersebar di seluruh Indonesia untuk melayani promotif dan preventif seluruh siklus hidup.
Transformasi layanan rujukan untuk penanggulangan stroke, kanker, dan ginjal, kata dia, lewat pemerataan fasilitas pelayanan kesehatan spesialis. Transformasi sistem ketahanan kesehatan dengan cara memastikan ketersediaan obat-obatan, vaksin, dan alat diagnostik produk dalam negeri hingga sistem tenaga kesehatan cadangan dengan melibatkan fakultas kedokteran, politeknik kesehatan, dan Pramuka.
Selanjutnya, kata dia, adalah transformasi sistem pembiayaan kesehatan yang akan membantu proses pembenahan anggaran dinas kesehatan agar tidak tumpang tindih seperti yang terjadi selama ini.
Transformasi SDM kesehatan untuk memenuhi rasio ideal antara dokter dan masyarakat 1:1.000. Fakta di Indonesia saat ini jumlah dokter sebanyak 101.476 melayani 273.984.400 orang. Artinya satu dokter melayani sekitar 2.700 orang.
Transformasi teknologi kesehatan menyiapkan platform teknologi kesehatan yang digunakan untuk merekam riwayat medis pasien secara digital. Semua Fasilitas Layanan Kesehatan (Fasyankes) seperti rumah sakit, klinik, apotek, laboratorium, harus menggunakan format yang sama.
"Presiden juga menugasi Menteri Kesehatan melakukan RUU Kesehatan, yang bisa memberikan suatu jawaban solusi untuk melakukan penataan, perbaikan, dan penyempurnaan sistem pelayanan kesehatan kita," katanya.
RUU Kesehatan tersebut saat ini sedang dibahas secara intensif oleh Komisi IX DPR RI bersama sejumlah pemangku kepentingan terkait.
Syahril yang juga menjabat sebagai Direktur Utama RSPI Sulianti Saroso mengemukakan postinganJoko Widodo pada 7 Maret 2023 terkait masyarakat Indonesia yang lebih memilih berobat ke luar negeri setiap tahun, menjadi kesempatan bagi Kemenkes untuk membedah lebih dalam persoalan pada layanan kesehatan yang terjadi di Tanah Air.
"Saya kiratrending topicminggu ini yang diangkat Presiden Joko Widodo adalah satu kesempatan bagi kami membedah lebih jauh," katanya.
Syahril mengatakan jumlah penduduk Indonesia yang memilih berobat ke luar negeri terbilang sedikit secara. Secara angka persentase berkisar 0,5 persen dari sekitar 270 juta jiwa populasi Indonesia.
"Data yang ada sekitar 1 juta di 2022 berobat ke luar negeri itu memang secara hitungan banyak. Tapi kalau persentasenyahanya 0,5 persen dari total populasi. Jadi lebih banyak warga Indonesia yang terlayani di Indonesia," katanya.
Redaktur: Kris Kaban
Penulis: Antara
Berita Terkait:
-
Karhutla Makin Serius! Kemenhub Terbitkan 35 Izin Pesawat Asing Bantu Atasi Kebakaran
-
Banjir Bandang Nepal Tewaskan 734 Orang, 2.498 Masih Hilang Usai Gletser Runtuh
-
2 Bulan Antrean Berular di SPBU, Pertamina Sulawesi Bongkar Biang Kerok dan Gandeng Satgas
-
Pemkot Gelar Gebyar Bandung Utama demi Dekatkan Layanan Publik kepada Warga
-
Warga Banyumas Mengeluh karena Harga-harga Kebutuhan Pokok Mulai Naik
-
Pembangunan Berkelanjutan Butuh SDM Unggul
-
Vaksinasi Rabies Gratis untuk Hewan Peliharaan Digelar di Balai Karantina
PT. Berita Nusantara
© Copyright 2017 - 2026 Koran Jakarta ®
All rights reserved.