Kasus Kapolres Aniaya Anggota, Lemkapi Minta Divpropam Polri Turun Tangan
Minggu, 29 Jan 2023, 10:32 WIBJAKARTA - Direktur Eksekutif Lembaga Kajian Strategis Kepolisian Indonesia (Lemkapi) Dr Edi Hasibuan meminta Divisi Profesi dan Pengamanan (Divpropam) Polri untuk menangani dugaan Kapolres Manggarai Barat AKBP Felli Hermanto menganiaya anggotanya.
"Bila terbukti menganiaya anggota, kita minta kapolri mengevaluasi jabatan kapolres yang bersangkutan," kata Edi dalam keterangan tertulis di Jakarta, Sabtu (28/1).
Menurut akademisi dari Universitas Bhayangkara Jakarta ini, tindakan penganiayaan atasan kepada bawahan di tubuh Polri tidak bisa dibenarkan.
"Walau itu untuk alasan pembinaan sekalipun, penganiayaan terhadap anggota dilarang karena itu adalah bentuk pelanggaran hukum," kata Edi.
Dia mengatakan, seorang kapolres seharusnya memberi contoh yang baik dan bukan main hakim sendiri.
Sebelumnya, Bripka SR mendapatkan perawatan di Rumah Sakit Siloam Labuan Bajo setelah diduga dianiaya Kapolres Manggarai Barat AKBP Felli Hermanto di Pos Jaga Markas Polres Manggarai Barat, Nusa Tenggara Timur (NTT), Kamis (26/1).
Kapolda NTT Irjen Pol Johanis Asadoma saat ditemui wartawan, di Polres Manggarai Barat, Kamis, mengatakan, pihaknya melakukan penyelidikan dugaan perkara itu.
"Kami akan selidiki lebih dalam mengapa ini bisa terjadi," kata Asadoma.
Menurut Kapolda NTT, kejadian tersebut merupakan urusan internal kapolres dan bawahan sehingga perlu diselesaikan secara kekeluargaan agar situasi menjadi kondusif dan nyaman.
Namun, dia membantah pemukulan terhadap bawahan adalah bagian dari standar operasional prosedur (SOP) yang berjalan di dalam tubuh Polri.
Kapolda NTT juga telah menjenguk korban di RS Siloam Labuan Bajo. Korban mengeluh rasa sakit kepala dan nyeri dada.
- Polri
- Kapolres
- Kepolisian Daerah (Polda)
- Penganiayaan
- Nusa Tenggara Timur (NTT)
- Manggarai Barat
- Divisi Propam Mabes Polri
Redaktur: Lili Lestari
Penulis: Antara
Berita Terkait:
-
Peternak Unggas Mikro Tak Lagi Cemas? Bapanas Tambah 150 Ribu Ton SPHP
-
Kekeringan Mengancam, Produktivitas Tanaman Bisa Merosot
-
Bandara Hanandjoeddin Batalkan Penerbangan Dampak Erupsi Anak Krakatau
-
Defisit USD 4,76 Miliar Jadi Sorotan, Indonesia dan Australia Mulai Reviu IA-CEPA
-
Pemerintah Perlu Percepat Rekonsiliasi Konflik Jayawijaya
-
Pemkab Bekasi Bentuk FKDM, Potensi Kerawanan Sosial Dipantau Sejak Dini
-
Tak Bisa Lagi Titip Absen, Pemkab Badung Siapkan Presensi ASN Berbasis Wajah
PT. Berita Nusantara
© Copyright 2017 - 2026 Koran Jakarta ®
All rights reserved.