BMKG: Awal Tahun, Hujan Ringan Dominasi Cuaca Indonesia
Minggu, 01 Jan 2023, 08:36 WIBJAKARTA - Badan Meteorologi, Klimatologi dan Geofisika (BMKG) menyebut bahwa hujan ringan diprakirakan mendominasi cuaca di Indonesia pada awal tahun 2023.
Dalam laman resmiwww.bmkg.go.id , Minggu (1/1), cuaca berawan diprakirakan terjadi saat siang hari di Gorontalo, Jambi, Banjarmasin, Palangka Raya, Samarinda, Tanjung Pinang, Ternate, Mamuju, Kendari, Manado, dan Padang.
Siang hari di Palembang diprediksi mengalami berawan tebal dan hanya Banda Aceh yang akan mengalami cuaca cerah di siang hari.
Kemudian cuaca cerah berawan berpotensi hadir di Jakarta, Pontianak, Tarakan, Kota Jayapura, dan Medan.
Sesuai imbauan BMKG sebelumnya, potensi hujan pada hari ini tetap perlu diwaspadai, karena terjadi di sejumlah daerah. Saat siang hari, hujan ringan berpotensi mengguyur Denpasar, Serang, Yogyakarta, Surabaya, Semarang, Pangkal Pinang, Bandar Lampung, Ambon, Kupang, Manokwari, Pekanbaru, dan Makassar.
Sementara hujan dengan intensitas sedang akan turun di Bandung. Bagi Mataram dan Bengkulu diimbau untuk berhati-hati terhadap hujan lebat yang disertai kilat dan petir saat siang hari.
Memasuki malam hari, cuaca berawan diprakirakan terjadi di Denpasar, Serang, Yogyakarta, Jakarta, Gorontalo, Bandung, Surabaya, Pontianak, Tarakan, Pangkal Pinang, Tanjung Pinang, Ambon, Ternate, Mataram, Manokwari, Kendari, Manado, Padang, Palembang, dan Medan.
BMKG menyebut suhu di daerah-daerah itu mencapai 18-33 derajat Celcius. Sementara tingkat kelembapannya mencapai 55-100 persen.
Sebelumnya, Kepala BMKG Dwikorita Karnawati menyampaikan bahwa muncul fenomena baru yang berpotensi memicu terjadinya hujan ekstrem pada 31 Desember 2022 hingga awal tahun 2023.
"Bibit siklon yang di utara punah. Namun, ada tambahan munculnya Ex-siklon tropis Ellie, sehingga fenomenanya menjadi berubah dibandingkan dengan kemarin," ujar Dwikorita.
Munculnya fenomena baru itu membuat perubahan cukup signifikan terhadap prediksi cuaca sebelumnya. "Jadi, pada 31 Desember yang semula diprediksi situasinya membaik ternyata masih waspada, intensitas hujan ekstrem dan bisa di atas ekstrem. Jadi, ini perubahannya cukup signifikan perlu kami sampaikan ke masyarakat bahwa situasinya menjadi tidak sebaik yang diprediksi kemarin," katanya.
Masih aktifnya Monsun Asia serta masih teridentifikasi seruak dingin dan arus lintas ekuator, masih aktifnya MJO (Madden Jullian Oscillation) bersamaan dengan fenomena gelombang Kelvin Wave dan Rossby dalam sepekan terakhir, ditambah Ex-siklon tropis Ellie yang terpantau di Australia barat turut berkontribusi terhadap peningkatan curah hujan lebat hingga sangat lebat.
Berdasarkan situasi itu, lanjut dia, hingga 4 Januari 2023, untuk wilayah Jawa secara umum potensi cuaca ekstrem masih harus diwaspadai, terutama pada 30 Desember 2022 hingga 1 Januari 2023.
"Untuk wilayah Banten, DKI, dan Jawa Barat secara umum potensi cuaca ekstrem masih harus diwaspadai terutama pada 30 Desember 2022 hingga 01 Januari 2023," paparnya.
Redaktur: Lili Lestari
Penulis: Antara
Berita Terkait:
-
Minum Kopi di Pagi Hari Bisa Melancarkan BAB, Benarkah? Ini Penjelasannya!
-
Indonesia Jadi Incaran Investasi Data Center, ESI Ingatkan Soal Listrik dan Energi Bersih
-
Kebakaran Hutan dan Lahan di Muara Enim Belum Padam, Asap Tebal Selimuti Desa Teluk Limau.
-
Wali Kota Bekasi Ungkap Pertumbuhan Ekonomi Kota Tinggi Jadi Daya Tarik Investasi
-
PT PP Properti Tbk (PPRO) Meraih Penghargaan Top SOE Subsidiaries Awards 2026 dari The Iconomics Media
-
Penumpukan sampah di Kabupaten Gowa
-
"Blue Food" Dikembangkan Bappenas Untuk Dongkrak Konsumsi Protein Masyarakat
PT. Berita Nusantara
© Copyright 2017 - 2026 Koran Jakarta ®
All rights reserved.