Penelitian HCC: Perilaku Orang Yang Belum Vaksin Dinilai Lebih Buruk Dalam Pencegahan Covid-19
Selasa, 16 Nov 2021, 10:25 WIBHealth Collaborative Center (HCC) melakukan penelitian preventive behavior index di Indonesia. Penelitian ini menyebut bahwa orang Indonesia yang sudah divaksin covid-19 cenderung lebih baik dalam menaati protokol kesehatan (prokes) dibandingkan dengan yang belum divaksin.
Temuan ini diperoleh dari penelitian Dr. dr. Ray Wagiu Basrowi, Founder dan Chairman Health Collaborative Center bersama tim peneliti dr. Levina Chandra Khoe, dan Qisty.
Penelitian ini bertujuan untuk menggambarkan kondisi dan mengetahui seberapa besar indeks perilaku pencegahan covid 19 bagi masyarakat Indonesia. Penelitian ini dilakukan pada 1880 orang dewasa dari 24 provinsi.
Orang yang sudah divaksin memiliki skor CPBI lebih tinggi yaitu 52. Sedangkan yang belum dan vaksin, skornya 48. Hal ini menunjukkan responden yang belum divaksin adalah mereka yang memiliki perilaku pencegahan yang buruk.
"Interpretasi analisis kami menunjukkan, bahwa mereka yang belum vaksin justru berpotensi untuk tidak taat prosedur kesehatan (prokes), cenderung mengabaikan pembatasan berjarak, lebih malas untuk tidak menggunakan masker dan cuci tangan, serta cenderung tidak khawatir dengan penyakit Covid-19," tuturnya dalam keterangan resminya.
"Jadi patokan dari skor CPBI ini adalah, semakin tinggi skor CPBI menunjukkan bahwa mereka lebih banyak dan lebih baik melakukan tindakan pencegahan terhadap COVID-19," papar Founder dan Chairman Health Collaborative Center, Dr. dr. Ray Wagiu Basrowi, MKK pada konferensi pers, Senin (15/11/2021).
Selain yang sudah divaksin, orang yang pernah kontak erat dan memiliki anggota keluarga yang terinfeksi juga disebut lebih taat prokes. Mereka juga memiliki skor CPBI yang tinggi, yakni 52 dari rentang angka 10 hingga 60.
"Artinya adalah, pengalaman sebagai penyintas COVID-19 atau pernah kontak erat atau pengalaman menyaksikan anggota keluarga pernah menderita COVID-19, menjadikan responden lebih baik dan ketat dalam melakukan perilaku pencegahan," kata Ray.
Survei HCC menunjukkan 39,7 persen responden merasa takut dan 16,9 persen sangat takut terhadap Covid-19 yang didapatkan melalui pemberitaan sehingga dapat membantu mereka lebih taat menerapkan prokes.
"Jadi mereka melihat seperti gelombang kedua banyak yang tidak terselamatkan, kemudian rumah sakit penuh, nakes banyak yang kewalahan, ternyata ini menyetir para responden ini lebih awas, khawatir, dan lebih menerapkan perilaku pencegahan COVID-19 yang baik," kata Ray.
Redaktur: Fiter Bagus
Penulis: Sindi B Natalia Panjaitan
Berita Terkait:
-
Hasil Studi: Pramugari dan Pilot Paling Berisiko Terkena Kanker terkait Radiasi
-
Musim Perdana Indonesia Women's League Akan Digelar Oktober, Diikuti 6 Klub
-
Hari Berenang Khusus Anak Kulit Hitam di Kolam Renang Berlin Batal setelah Diwarnai Polemik Rasial
-
DPR Gelar Rapat Paripurna Khusus Peringatan HUT ke-81
-
Rupiah Hari Ini Tertekan, Pasar Waswas Tunggu Sinyal The Fed dari Jackson Hole
-
Fenomena 'Acoustic Shadow' di Balik Dentuman di Bandung
-
Penelitian Terbaru Libatkan 1 Juta Warga! Cara Minum yang Salah Ini Dikaitkan dengan Risiko Kanker
PT. Berita Nusantara
© Copyright 2017 - 2026 Koran Jakarta ®
All rights reserved.