Mitigasi Luar Jawa-Bali

Sabtu, 10 Jul 2021, 07:10 WIB

JAKARTA - Ketua DPR, Puan Maharani, minta pemerintah menyiapkan skenario dalam upaya antisipasi dan mitigasi terhadap lonjakan kasus Covid-19 di luar wilayah Jawa dan Bali. Menurut dia, meskipun sudah ada pengetatan PPKM Mikro, pemerintah harus bekerja cepat menangani peningkatan kasus Covid-19 yang relatif tinggi di sejumlah daerah luar Jawa-Bali.

"Jawa saja yang fasilitas kesehatannya relatif merata, kuantitas dan kualitas serta jumlah tenaga kesehatan cukup banyak kerepotan. Bagaimana luar Jawa jika terjadi lonjakan kasus Covid-19 gelombang kedua," kata Puan di Jakarta, Jumat (9/7).

Ket. Foto: Ketua DPR, Puan Maharani — Sumber: dpr.go.id

Menurut Puan, pusat perlu segera berkoordinasi dengan pemerintah daerah untuk mengantisipasi lonjakan kasus Covid-19. Hal itu terutama karena Satgas Penanganan Covid-19 telah mencatat terjadi peningkatan kasus Covid-19 di kawasan non-Jawa-Bali sebanyak 24,7 persen dari total kasus nasional. Ia memberi contoh, Bangka Belitung kasus Covid-19 meningkat 65,4 persen.

"Saat ini, kita bisa menyaksikan bagaimana dampak ledakan gelombang dua Covid-19 di sejumlah daerah di Jawa. Pasien Covid-19 banyak yang harus mengantre untuk mendapatkan layanan kesehatan. Keluarga pasien kesulitan mengakses obat dan oksigen medis. Jangan sampai kondisi ini merembet ke luar Jawa-Bali," ujarnya.

Selain itu, angka keterisian tempat tidur atau bed occupancy rate di rumah sakit rujukan Covid-19 luar Jawa-Bali juga cukup tinggi. Misalnya, Lampung 81 persen, Kepulauan Riau 77 persen, dan Kalimantan Timur 74 persen. Karena itu dia minta Pemda luar Jawa-Bali bersama pemerintah pusat merumuskan langkah-langkah rencana cadangan atau contingency plan menghadapi serbuan gelombang kedua Covid-19 agar kejadian di Pulau Jawa tidak terulang.

Redaktur: Aloysius Widiyatmaka

Penulis: Antara

PT. Berita Nusantara
© Copyright 2017 - 2026 Koran Jakarta ®
All rights reserved.