Perusahaan Mesti Investasi di Bidang Penelitian

Senin, 25 Nov 2019, 06:58 WIB

JAKARTA - Perusahaan atau industri didorong melakukan penelitian dan pengembangan untuk menciptakan inovasi baru menghadapi era Revolusi Industri 4.0. Sebab, investasi di research and development (R & D) untuk sektor swasta di Indonesia bukan lagi kemewahan, tetapi sudah menjadi kebutuhan.

"Bapak ibu, mau tidak mau, harus mulai berinvestasi di R & D. Untuk menjadi kompetitif harus inovatif," kata Menteri Riset dan Teknologi dan Kepala Badan Riset dan Inovasi Nasional (Menristek/BRIN), Bambang Brodjonegoro, dalam keterangan tertulisnya, usai acara Asia Sustainability Reporting Rating (ASRRAT), di Nusa Dua, Bali, akhir pekan lalu.

Ket. Foto: Menristek/BRIN, Bam­bang Brodjonegoro — Sumber: ISTIMEWA

Bambang mengatakan penelitian dan pengembangan yang berujung kepada inovasi diperlukan untuk menciptakan produk baru agar tidak hanya membeli lisensi teknologi dari luar.

Menurutnya, penemuan inovasi baru harus dilakukan melalui proses panjang yang tidak murah sehingga para pelaku bisnis untuk mempertahankan keberlanjutan bisnis perlu melakukan investasi di bidang penelitian dan pengembangan produk.

"Jadi, saya ingin mendorong perusahaan bapak dan ibu, apalagi yang sudah skala besar untuk tidak bergantung hanya kepada membeli lisensi dari pihak lain apalagi menggantungkan kepada teknologi impor," ujar Bambang.

Dia mengakui pengembangan teknologi bukanlah hal yang mudah, tapi hal itu harus dilakukan jika Indonesia ingin menjadi pemenang.

Tidak hanya itu, Bambang juga meminta perusahaan-perusahaan untuk berinvestasi di bidang sumber daya manusia (SDM). Salah satu hal yang bisa dilakukan oleh korporasi untuk mengembangkan SDM adalah dengan bekerja bersama orang lokal untuk mengembangkan kemampuan mereka.

Tepat Guna

Dalam kesempatan tersebut, Bambang juga menegaskan bahwa inovasi tidak harus selalu dalam bentuk temuan yang luar biasa, tapi bisa juga yang dapat memudahkan dan digunakan oleh masyarakat luas.

"Inovasi tidak harus merupakan temuan luar biasa yang dapat memenangkan penghargaan Nobel, tidak harus seperti itu. Bisa juga temuan atau inovasi yang dapat membantu orang-orang secara umum," ujar dia.

Kendati demikian, dia tidak mengesampingkan pentingnya temuan atau inovasi yang luar biasa yang dilakukan oleh para ilmuwan atau inventor, karena kemajuan ilmu pengetahuan juga bergantung dengan hal tersebut, tetapi inovasi atau temuan bisa juga dalam bentuk versi teknologi tepat guna yang dibutuhkan oleh banyak orang.

"Untuk Indonesia, khususnya untuk mempromosikan SDGs dan ekonomi sirkular kita membutukan kombinasi dari kemajuan ilmu pengetahun, tapi di saat bersamaan kita perlu yang realistis untuk bisa digunakan di kehidupan sehari-hari," ujar Bambang.ruf/Ant/E-3

Redaktur: Redaksi Koran Jakarta

Penulis: Antara, Muhamad Ma'rup

PT. Berita Nusantara
© Copyright 2017 - 2026 Koran Jakarta ®
All rights reserved.