Rumah Dua Pimpinan KPK Dilempari Bom
Kamis, 10 Jan 2019, 00:02 WIBJAKARTA - Aparat kepolisian membenarkan adanya insiden teror bom di rumah Ketua Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK), Agus Rahardjo, di Perumahan Graha Indah, Jatiasih, Bekasi, Jawa Barat, dan rumah Wakil Ketua KPK, Laode M. Syarif, di Jalan Kalibata Selatan, Jakarta Selatan, pada Rabu (9/1), dengan waktu yang berbeda.
Kepala Biro Penerangan Masyarakat Divisi Humas Polri, Brigadir Jenderal Dedi Prasetyo, mengatakan barang bukti benda mencurigakan di rumah pimpinan KPK masih diperiksa di Laboratorium Forensik Polri. "Tapi, apakah itu jenis bom atau tidak, masih dianalisis. Apa itu fake bomb masih didalami. Jadi tidak terburu-buru," kata Dedi di Markas Besar Polri, Jakarta, Rabu.
Berdasarkan laporan yang beredar, benda mencurigakan di rumah Agus berupa paralon yang dibungkus menyerupai bom. Sedangkan di kediaman Laode ditemukan botol berisikan spirtus dan sumbu api menyerupai bom molotov.
Dedi tidak menampik bahwa peristiwa yang terjadi di kediaman Ketua KPK sebagai bentuk teror. "Patut diduga bom. Patut diduga juga teror," ujarnya.
Sementara ini, polisi belum menemukan indikasi teror itu ulah kelompok teroris. "Diduga bukan profesional dan kelompok teroris. Kalau kelompok teroris, matang perencanaannya. Ini kan tidak meledak," katanya.
Selain menguji barang bukti benda diduga bom dan memeriksa saksi-saksi, polisi juga tengah menganalisis rekaman CCTV di sekitar lokasi.
Dedy minta masyarakat Indonesia untuk tetap bersikap tenang karena pada tanggal 17 April 2019 akan berlangsung pemilihan presiden-wakil presiden serta para wakil-wakil rakyat di DPD, DPR, serta DPRD kota dan juga kabupaten.
Tidak Terpengaruh
Sementara itu, Juru Bicara KPK, Febri Diansyah, mengatakan kelima pimpinan KPK tetap melakukan beberapa kegiatan yang sudah direncanakan seperti melaksanakan tugas di luar misalnya menjadi narasumber menerima tamu kedutaan dari negara lain dan diskusi-diskusi lainnya. Namun, hal yang berbeda adanya koordinasi dengan Polri terkait kasus ini.
"Pimpinan KPK melaksanakan tugas penindakan dan pencegahan seperti yang dilaksanakan setiap harinya sesuai dengan jadwal dan perencanaan yang dilakukan. Yang agak berbeda hari ini tentu ada koordinasi yang kami lakukan dengan pihak Polri terkait dengan peristiwa tadi pagi," katanya.
Febri mengatakan peristiwa ini tengah ditangani yang terdiri dari unsur mabes Polri, Polda Metro Jaya, dan melibatkan personel dari Densus. Febri menuturkan pihaknya juga telah mendapatkan perkembangan awal, seperti tim telah ditugaskan ke lokasi peristiwa yakni kerumah Agus dan Laode. Ant/ola/AR-2
Redaktur: Redaksi Koran Jakarta
Penulis: Antara, Yolanda Permata Putri Syahtanjung
PT. Berita Nusantara
© Copyright 2017 - 2026 Koran Jakarta ®
All rights reserved.