WHO Peringatkan Turunnya Upaya Pemberantasan Malaria | Koran Jakarta
Koran Jakarta | January 28 2021
No Comments
Wabah Penyakit

WHO Peringatkan Turunnya Upaya Pemberantasan Malaria

WHO Peringatkan Turunnya Upaya Pemberantasan Malaria

Foto : AFP
Nyamuk malaria
A   A   A   Pengaturan Font

JENEWA - Organisasi Kesehatan Dunia (World Health Organization/WHO) pada Senin (30/11) mengatakan bahwa perkembangan upaya pemberantasan malaria mengalami kemandekan dalam beberapa tahun terakhir, padahal ada perkiraan lebih dari 400 ribu orang tewas akibat penyakit ini pada tahun lalu.

“Progres pemberantasan atas penyakit yang ditimbulkan oleh nyamuk ini tak mengalami peningkatan terutama di negara-negara Afrika,” demikian pernyataan WHO dalam laporannya yang berjudul World Malaria Report 2020.

Pada 2019, jumlah kasus global malaria diperkirakan mencapai 229 juta. Jumlah itu menurut WHO sama dengan jumlah kasus malaria selama 4 tahun terakhir. Dalam laporan juga disebutkan bahwa angka kematian juga tak menunjukkan angka peningkatan atau penurunan dalam dua tahun terakhir.

Sementara angka kematian akibat malaria mulai mengalami penurunan dari tadinya 736 ribu jiwa pada 2000, lalu 411 ribu jiwa pada 2018, dan 409 ribu jiwa pada 2019.

“Dibutuhkan intervensi, cara-cara baru dan peningkatan pendanaan untuk mengubah arah bagi target global terhadap upaya pemberantasan malaria secara merata,” ucap WHO.

Dalam laporannya, WHO menyatakan bahwa pendanaan bagi pemberantasan malaria memang mengalami penurunan yaitu hanya 3 miliar dollar AS dari target dana sebesar 5,6 miliar dollar AS pada 2019, dan kondisi ini amat membahayakan jika terjadi malapetaka wabah.

“Minimnya pendanaan bisa mengarah pada semakin besarnya jurang bagi upaya-upaya mengendalikan malaria,” papar WHO. “Negara-negara saat ini telah beradaptasi bagi menanggapi penyakit berdasarkan data lokal hanya demi bisa merespons terjadinya wabah malaria dari pada upaya pemberantasan secara bersama-sama,” imbuh badan kesehatan dunia itu.

Tercatat bahwa wabah malaria sebesar lebih dari 90 persen terjadi di Afrika dan pada tahun lalu penyakit ini diperkirakan telah menewaskan 384 ribu jiwa di benua itu.

“Sudah waktunya para pemimpin negara di Afrika dan di dunia untuk kembali bangkit dalam menghadapi tantangan penyakit malaria,” ucap Direktur Jenderal WHO, Tedros Adhanom Ghebreyesus. “Melalui aksi bersama dan komitmen untuk tak membiarkan negara lain tertinggal dalam upaya pemberantasan malaria, kita bisa mencapai sebuah visi bersama yaitu menciptakan dunia yang terbebas dari malaria,” imbuh dia.

 

Dampak Pandemi

Dalam laporannya, WHO mengatakan bahwa sebagian besar kampanye pencegahan penyakit malaria saat mengalami penundaan karena sedang terjadinya pandemi virus korona.

“Pandemi Covid-19 telah membelokkan upaya kita untuk memberantas malaria terutama dalam upaya merawat pasien dengan penyakit ini,” ungkap direktur regional Who untuk kawasan Afrika, Matshidiso Moeti.

WHO juga menyatakan bahwa gangguan terhadap akses obat antimalaria bisa mengakibatkan angka kematian akibat malaria terus meningkat.

Dalam laporan WHO disampaikan pula bahwa dalam dua dekade terakhir hanyan 21 negara saja yang berhasil menumpas wabah malaria dengan kemajuan terkait upaya pemberantasan malaria yang cukup berarti dilaporkan terjadi di India dan di enam negara Asia tenggara dalam kawasan aliran Sungai Mekong yang menargetkan eliminasi malaria pada 2030. AFP/I-1

 

 

Klik untuk print artikel
No comments for this article. Be the first to comment to this article.

Submit a Comment