Vaksin mRNA-1273 | Koran Jakarta
Koran Jakarta | December 5 2020
No Comments

Vaksin mRNA-1273

Vaksin mRNA-1273

Foto : Antara/REUTERS/Dado Ruvic.
Ilustrasi. Vaksin Covid-19 buatan Pfizer.
A   A   A   Pengaturan Font
Yang belum bisa diprediksi adalah apakah ada efek samping setelah penggunaan resmi vaksin ini secara meluas.

Setelah perusahaan raksasa farmasi Amerika Serikat (AS), Pfizer, dan mitranya dari Jerman, BioNTech, mengumumkan vaksin mereka, BNT162b2, 90 persen efektif untuk menangkal virus korona baru Covid-19, kini Moderna Inc juga menyatakan vaksin mRNA-1273 yang mereka uji coba 94,5 persen efektif dalam mencegah korona.

Moderna menjadi produsen obat AS kedua yang melaporkan hasil uji klinis vaksin korona yang jauh melebihi harapan publik. Kini, AS memiliki dua calon vaksin potensial yang disahkan untuk penggunaan darurat pada bulan ­Desember nanti.

Sebanyak 60 juta dosis vaksin tersedia tahun ini dari Pfizer dan Moderna. Tahun depan, pemerintah AS dapat memiliki akses ke lebih dari satu miliar dosis hanya dari dua pembuat vaksin tersebut, lebih dari yang dibutuhkan untuk 330 juta penduduk negara itu.

Moderna berharap memiliki cukup data keamanan yang diperlukan untuk mendapatkan otorisasi dari AS pada minggu depan dan bisa mengajukan otorisasi penggunaan darurat dalam beberapa minggu mendatang.

Kedua perusahaan biofarmasi ini, Pfizer atau Moderna, menggunakan metode yang sama untuk memproduksi vaksinnya. Keduanya menggunakan teknologi paling anyar berbasis versi sintetis molekul virus SARS-Cov-2 yang disebut “messenger RNA” atau disingkat mRNA.

Tetapi vaksin Moderna memiliki keunggulan, yakni tidak membutuhkan penyimpanan yang sangat dingin seperti vaksin buatan Pfizer. Dengan demikian, vaksin Moderna lebih mudah untuk didistribusikan.

Vaksin Moderna bisa stabil pada suhu lemari es normal 2 derajat hingga 8 derajat Celsius (36° hingga 48° F) selama 30 hari dan dapat disimpan hingga 6 bulan pada suhu -20C.

Artinya, lemari pendingin obat dan vaksin yang kini sudah terpasang di banyak rumah sakit sudah mencukupi untuk penyimpanannya.

Sementara itu, vaksin Pfizer harus dikirim dan disimpan pada minus 70 derajat Celsius, suhu yang sama pada musim dingin Antartika. Vaksin Pfizer hanya dapat disimpan hingga lima hari pada suhu lemari es standar atau ­hingga 15 hari dalam kotak ­pengiriman termal.

Untuk transportasi dari pabrik dan penyimpanannya di pusat vaksinasi atau rumah sakit, vaksin Pfizer memerlukan lemari pendingin khusus. Ini merupakan tantangan logistik raksasa, terutama untuk negara berkembang.

Perbandingan menarik lainnya adalah besaran sampel uji coba dari kedua perusahaan, yang berlomba menaklukkan pandemi korona yang sudah menelan korban tewas lebih dari 1,3 juta dan nyaris melumpuhkan ekonomi dunia.

Pfizer melaporkan, pihaknya menguji coba lebih dari 43.500 responden. Sementara itu, Moderna melaporkan menguji coba pada 30.000 responden, tetapi hanya 95 sampel yang diumumkan.

Vaksin mana yang lebih ampuh dan aman? Kedua jenis vaksin tersebut, hingga saat ini belum mendapat izin resmi dari lembaga regulasi vaksin dan obat AS. Tingkat keefektifan BNT162b2 dan mRNA-1273, baru sebatas klaim dari kedua perusahaan farmasi itu.

Sejauh ini, kelompok monitoring independen mencatat, tidak ada kekhawatiran masalah keamanan, baik terkait kandidat vaksin buatan BioNTech/Pfizer maupun kandidat vaksin buatan Moderna.

Yang belum bisa diprediksi adalah apakah ada efek samping setelah penggunaan resmi vaksin ini secara meluas. Apalagi kedua kandidat vaksin ini diuji coba dengan proses dan platform teknologi paling anyar sehingga vaksinnya dikategorikan sebagai keluarga baru obat dan vaksin.

Terlepas dari perbandingan kedua vaksin korona tersebut, warga dunia menyambut baik pengumuman yang memberikan harapan bagi penanggulangan pandemi korona itu.

Namun, bisakah pandemi berakhir dalam waktu dekat? Vaksin virus korona tidak bisa langsung menghentikan pandemi dengan sendirinya.

Wabah virus korona terus meluas, dengan angka infeksi melewati 54 juta orang. Vaksin hanya akan melengkapi alat lain yang kita miliki, bukan menggantikannya. Vaksin saja tidak akan mengakhiri pandemi.

Vaksin itu masih akan menyisakan banyak ruang bagi virus korona untuk bergerak. Pengawasan perlu dilanjutkan, orang-orang masih perlu dites, diisolasi dan dirawat, kontak masih perlu dilacak dan individu akan tetap perlu dirawat. ν

Klik untuk print artikel
No comments for this article. Be the first to comment to this article.

Submit a Comment