Vaksin Covid-19 Sangat Diperlukan dalam Pembentukan “Herd Immunity” | Koran Jakarta
Koran Jakarta | November 27 2020
No Comments
Menteri Riset dan Teknologi/Kepala Badan Riset dan Inovasi Nasional, Bambang Brodjonegoro, tentang Virus Korona

Vaksin Covid-19 Sangat Diperlukan dalam Pembentukan “Herd Immunity”

Vaksin Covid-19 Sangat Diperlukan dalam Pembentukan “Herd Immunity”

Foto : ANTARA
A   A   A   Pengaturan Font
Negara-negara tengah berlomba mengembangkan vaksin Covid-19, begitu juga Indonesia. Vaksin merupakan salah satu solusi menangani pandemi yang telah memukul hampir seluruh sektor kehidupan.

 

Dengan vaksin, diharap­kan masyarakat memi­liki imunitas yang tinggi dan kebal terhadap virus korona jenis baru atau Sars-Cov-2.Meski begitu, vaksin masih belum bisa dipastikan keberadaanya, meski pemerintah telah menjan­jikan vaksin tersedia akhir tahun 2020 atau awal tahun 2021. Jika ada, vaksin juga belum bisa diberikan untuk minimal 70 persen dari total penduduk untuk membentuk herd immunity.

Untuk mengupas terkait perkembangan vaksin Covid-19, Koran Jakarta mewawancarai Men­teri Riset dan Teknologi/Kepala Badan Riset dan Inovasi Nasional, Bambang Brodjonegoro. Berikut petikan wawancaranya.

Seberapa besar dampak dari vaksin dalam penanganan Co­vid-19?

Dalam mewujudkan kekebalan massal atau herd immunity kebu­tuhan akan vaksin Covid-19 masih sangat dibutuhkan. Mengingat vi­rus Covid-19 berbeda dengan virus lainnya yang dapat selesai dengan herd immunity tanpa vaksin, misal­kan malaria.

Tetapi, karena Covid-19 ini penyebarannya sangat cepat dan berbahaya bagi orang yang mempunyai penyakit penyerta, maka satu-satunya cara harus ada vaksin supaya kekebalan massal itu terbentuk.

Banyak kekhawatiran dari masyarakat terkait keamanan bahkan kehalalan vaksin. Bagaimana pemerintah memas­tikan vaksin Covid-19 aman?

Masyarakat atau nanti para pengguna vaksin tidak perlu khawatir, selama vaksinnya sah dan resmi sebagai vaksin Covid-19, siapa pun yang membuat dan apa pun platform­nya maka itu su­dah mempunyai safety & efficacy yang sudah dijamin.

Vak­sin yang nantinya mendapatkan izin dari BPOM adalah vaksin yang sudah memenuhi syarat aman dan man­jur (safety & efficacy). Aman dalam artian tidak ada efek samping yang serius dan manjur dalam penger­tian bahwa sesuai dan cocok untuk meningkatkan daya tahan tu­buh terhadap Covid-19.

Terkait vaksin yang bekerja sama dengan negara lain, bagaimana Anda menjamin Indonesia tidak hanya dimanfaatkan?

Indonesia juga mengembangan vaksin melalui kerja sama dengan beberapa pihak dari luar negeri. Langkah ini diambil untuk menjawab kebutuhan vaksin secara cepat sambil menunggu pengembangan vaksin Merah Putih selesai.

Indonesia tidak membeli putus atau membeli vaksin yang sudah jadi dari luar negeri. Namun, kerja sama dengan luar negeri terse­but juga mencakup transformasi teknologi pengembangan vaksin, sehingga vaksin tersebut tetap dikembangkan di Indonesia. Dalam kerja sama ini tentu harus mengun­tungkan Indonesia, atau setida­knya saling menguntungkan.

Vaksin Merah Putih sendiri pengembangannya sudah se­jauh mana?

Vaksin Merah Putih paling penting definisinya adalah menggunak­an isolat virus yang ada di Indone­sia. Saat ini ada enam institusi yang mengembangkan vaksin Merah Putih. Institusi yang terlibat dalam pengembangan vaksin merah putih yaitu Lembaga Biologi Molekuler (LBM) Eijkman, Lembaga Ilm Pengetahuan Indonesia (LIPI), Uni­versitas Gadjah Mada, Universitas Indonesia, Institut Teknologi Bandung, dan Universitas Airlangga.

Terkait proses produksi, upaya apa yang dilakukan untuk memenuhi kebutuhan yang ada?

Pemerintah terus melihat kesia­pan dan kemampuan dari calon-calon pabrik vaksin Covid-19. Mengingat PT Bio Farma dengan segala pengalamannya tentu perlu dukungan pemerintah dan industri farmasi swasta dalam memproduk­si vaksin. n muh ma’arup/P-4

Klik untuk print artikel
No comments for this article. Be the first to comment to this article.

Submit a Comment