Vaksin CoronaVac Siap Disuntikkan | Koran Jakarta
Koran Jakarta | January 19 2021
No Comments
PERSPEKTIF

Vaksin CoronaVac Siap Disuntikkan

Vaksin CoronaVac Siap Disuntikkan

Foto : Antara/Badan Pengawas Obat dan Makanan.
Kepala Badan Pengawas Obat dan Makanan Penny K Lukito dalam jumpa pers daring yang dipantau dari Jakarta, Senin (11/1/2021) terkait pemberian izin penggunaan darurat atau EUA untuk vaksin Sinovac.
A   A   A   Pengaturan Font
Vaksin CoronaVac produksi Sinovac ini merupakan satu dari total 7 vaksin yang bakal digunakan di Indonesia.

Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM) telah mengeluarkan izin penggunaan darurat atau emergency use authorization (EUA) vaksin virus korona (Covid-19) asal perusahaan Tiongkok, Sinovac, Senin (11/1).

Hasil evaluasi BPOM menunjukkan vaksin CoronaVac ini memiliki efikasi sebesar 65,3 persen, lebih rendah dari hasil uji efektivitas, di Brasil (78 persen) dan di Turki (91,25 persen). Meski efektivitas vaksin Sinovac kurang dari 95 persen, tidak seperti vaksin Covid-19 mRNA Pfizer dan Moderna, vaksin ini bisa disimpan dalam suhu lemari es normal.

Sedangkan efek samping lokalnya adalah nyeri dan iritasi. Efek samping sistemik berupa nyeri otot hingga demam. Efek samping dengan derajat berat seperti sakit kepala, gangguan di kulit, diare dilaporkan hanya 0,1–1 persen. Efek samping itu merupakan efek samping yang tidak berbahaya karena dapat pulih kembali.

Dalam mengeluarkan EUA, BPOM mengacu pada panduan WHO, dengan lima kriteria. Pertama, telah ditetapkan keadaan kedaruratan kesehatan masyarakat oleh pemerintah. Kedua, terdapat cukup bukti ilmiah terkait aspek keamanan dan khasiat dari vaksin itu.

Ketiga, memiliki mutu yang memenuhi standar yang berlaku. Keempat, memiliki kemanfaatan lebih besar dari risiko, berdasarkan kajian data nonklinik dan klinik obat untuk indikasi yang diajukan. Kelima, belum ada alternatif pengobatan yang memadai dan disetujui untuk diagnosa pencegahan atau pengobatan penyakit, penyebab kondisi kedaruratan masyarakat.

Data yang digunakan dalam mendukung terbitnya izin darurat ini adalah data keamanan subjek uji klinis yang diamati setelah dua kali penyuntikan; data imunogenisitas atau kemampuan vaksin membentuk antibodi; dan data efikasi vaksin atau kemampuan vaksin melindungi orang yang terpapar virus menjadi tidak sakit.

Selain itu, data yang dijadikan perhitungan efikasi adalah hasil uji klinis tahap I dan II, serta hasil uji klinis interim tahap III yang merupakan hasil monitoring efikasi selama tiga bulan pertama vaksin disuntikkan pada relawan.

Meski BPOM telah mengeluarkan izin darurat, namun uji klinis yang dilakukan Tim Riset Uji Klinis Vaksin Virus Corona dari Fakultas Kedokteran Universitas Padjadjaran tetap akan dilanjutkan setelah pemberian EUA sampai pengamatan enam bulan selesai atau sekitar April atau Mei 2021 mendatang.

Vaksin CoronaVac produksi Sinovac ini merupakan satu dari total tujuh vaksin yang bakal digunakan di Indonesia. Enam vaksin lainnya adalah produksi Bio Farma, Astra Zeneca, Sinopharm, Moderna, Novavax Inc, dan Pfizer Inc - BioNtech.

Pemerintah akan menggelar vaksinasi Rabu (13/1). Presiden Jokowi dan para pejabat lainnya menjadi klaster pertama yang disuntik vaksin. Selanjutnya, diperuntukkan khusus untuk tenaga kesehatan di tujuh provinsi yang meliputi Pulau Jawa dan Bali.

Pemerintah menargetkan akan menyuntik vaksin Covid-19 terhadap 67–70 persen penduduk atau sekitar 182 juta orang. Melalui vaksinasi ini kita berharap akan tercipta herd immunity atau kekebalan kelompok terhadap penularan virus korona. n

Klik untuk print artikel
No comments for this article. Be the first to comment to this article.

Submit a Comment