UMKM Mesin Baru Pertumbuhan Ekonomi | Koran Jakarta
Koran Jakarta | December 5 2020
No Comments
Pemulihan Pandemi | Baru 23% UMKM Terhubung dengan Ekosistem Digital

UMKM Mesin Baru Pertumbuhan Ekonomi

UMKM Mesin Baru Pertumbuhan Ekonomi

Foto : ISTIMEWA
PERRY WARJIYO, Gubernur Bank Indonesia
A   A   A   Pengaturan Font
Dengan perubahan situasi yang sangat cepat, UMKM harus mampu beradaptasi, salah satu caranya dengan digitalisasi dan mempersiapkan diri untuk masuk ke dunia baru.

 

JAKARTA – Usaha Mikro Ke­cil dan Menengah (UMKM) berpotensi sebagai menjadi sumber pertumbuhan baru ekonomi Indonesia pada ma­sa pandemi Covid-19. Asalkan, usaha tersebut dikelola dengan baik melalui pelibatan teknolo­gi digital dan dukungan gene­rasi milenial yang cenderung dinamis.

“Milenial sebagai generasi penerus bangsa akan menjadi motor penggerak new UMKM di masa kini dan masa depan,” kata Gubernur Bank Indonesia (BI), Perry Warjiyo, pada pem­bukaan secara virtual Karya Kreatif Indonesia seri III di Ja­karta, Jumat (20/11).

Menurut dia, bonus demo­grafi memosisikan peran pen­ting generasi milenial dalam perekonomian Tanah Air. Mile­nial yang mencintai produk da­lam negeri, kata dia, akan men­jadi potensi besar bagi UMKM dan di sisi lain milenial yang berjiwa wirausaha juga men­jadi sumber terciptanya wira­usaha baru.

Berdasarkan data Kemen­terian Koperasi dan Usaha Ke­cil Menengah (Kemenkop UKM), hanya sekitar delapan juta atau 23 persen UMKM ter­hubung dengan ekosistem digi­tal. Sedangkan dalam beberapa bulan sejak merebaknya pan­demi Covid-19, angka UMKM terhubung dengan ekosistem digital meningkat menjadi se­kitar 10,25 juta atau 16 persen.

Pada saat bersamaan, Ke­menkop UKM mencatat ra­ta-rata akses internet oleh ma­syarakat sekitar 4,3–4,7 jam per hari. Tren tersebut diperkirakan meningkat kembali ke depan.

Menteri Koperasi dan Usaha Kecil Menengah, Teten Masdu­ki, menyatakan di masa pande­mi Covid-19 ini, hanya UMKM yang masuk ke ekosistem dig­ital mengalami pertumbuhan. “Pada triwulan II-2020, pen­jualan di pasar digital naik 26 persen dibandingkan tahun la­lu,” ujarnya.

Digital Creator, Ndoro­kakung, menuturkan media sosial sangat ramah bagi pe­bisnis. Meski demikian diper­lukan strategi jitu untuk me­manfaatkan media sosial da­lam marketing.

“Yang pertama adalah me­netapkan tujuan, mau brand awareness, mau meningkat­kan sales, atau mencari lead a­tau apa. Kemudian KPI-nya apa, apakah mau meningkat­kan traffic ke web, apakah lead atau sales, dan seterusnya,” je­las Ndorokakung.

Harus Beradaptasi

Sementara itu, akademi­si Universitas Indonesia (UI), Zakir Machmud, menilai dig­italisasi akan membantu Usa­ha Mikro Kecil dan Menengah (UMKM) di masa pandemi. Menurutnya, saat ini dengan perubahan situasi, UMKM ha­rus mampu beradaptasi, salah satu caranya dengan digitalisa­si dan mempersiapkan diri un­tuk masuk ke dunia baru.

“Digital itu bukan sekadar masuk saja, tapi mempersiap­kan diri untuk perubahan dan konsekuensinya nanti,” ujar Zakir Machmud yang juga Ke­pala UKM Center Fakultas Eko­nomi Bisnis Universitas Indo­nesia dalam keterangan resmi yang diterima di Jakarta, Jum­at (20/11).

Dia mengakui, upaya men­digitalisasi proses bisnis pelaku UMKM, terutama yang ma­sih asing dengan perkembang­an teknologi masih cukup su­lit karena terbentur pola pikir pelakunya sendiri.

“Jadi, walaupun kita bi­cara digitalisasi, kita tetap ha­rus melakukan pendamping­an. Pendampingan itu ma­cam-macam bentuknya, bisa melalui training, coaching, ga­thering, dan konsultasi. Intin­ya, UMKM harus mempersiap­kan diri ke arah digitalisasi,” kata Zakir dalam acara Dialog Produktif bertema Naik Kelas UMKM lewat Digitalisasi yang diselenggarakan Komite Pena­nganan Covid-19 dan Pemu­lihan Ekonomi Nasional (KP­CPEN). mad/Ant/E-10

Klik untuk print artikel
No comments for this article. Be the first to comment to this article.

Submit a Comment