Trump: Pemakzulan Akan Memicu Kemarahan Besar | Koran Jakarta
Koran Jakarta | January 19 2021
No Comments
Pilpres AS

Trump: Pemakzulan Akan Memicu Kemarahan Besar

Trump: Pemakzulan Akan Memicu Kemarahan Besar

Foto : AFP/MANDEL NGAN
Donald Trump
A   A   A   Pengaturan Font

WASHINGTON – Presiden Amerika Donald Trump mem­peringatkan bahwa pemak­zulan dirinya akan menjadi langkah yang berbahaya. Se­bab, menurut Trump, langkah tersebut bisa menimbulkan kemarahan besar para pendu­kungnya.

“Adanya upaya pemakzulan terhadap saya menimbulkan kemarahan besar dan mereka (Kongres) tetap melakukan­nya,” ujar Donald Trump, Sela­sa (12/1) waktu setempat.

Donald Trump tidak secara spesifik menjelaskan siapa yang akan marah apabila dirinya di­makzulkan. Namun, patut di­duga yang ia maksud adalah ke­marahan para pendukungnya. Sebab, Donald Trump menga­takan kemarahan besar itu bisa berujung pada kekerasan.

“Saya tidak menginginkan kekerasan terjadi,” ujarnya.

Mantan kandidat Presiden Amerika, Evan McMullin, ti­dak senang dengan pernya­taan Donald Trump tersebut. Menurutnya, pernyataan ter­baru Donald Trump bernada ancaman untuk mereka yang mengupayakan pemakzulan. Namun, kata ia, hal itu malah semakin menjustifikasi pen­tingnya pemakzulan Trump.

“Ancaman Trump soal ke­kerasan akibat ‘kemarahan be­sar’ atas upaya pemakzulan, di mana bagian dari demokrasi kita, adalah bukti betapa adil dan pentingnya hal (pemakzu­lan) itu,” ujar McMullin.

Upaya pemakzulan Donald Trump bermula dari kerusuh­an US Capitol pada Rabu pe­kan lalu. Pada peristiwa itu, ratusan pendukung Donald Trump menyerbu US Capitol untuk menghentikan penge­sahan hasil Pilpres Amerika yang dimenangkan Joe Biden.

Untungnya, pengesah­an tetap berjalan walaupun prosesnya menjadi tertunda berjam-jam. Namun, berbagai properti milik negara rusak atau hilang dicuri. Selain itu, enam orang meninggal dalam peristiwa itu.

Trump dianggap bertang­gung jawab atas kerusuhan US Capitol.

Mereka yang hendak me­makzulkannya berpegang pada pidato Donald Trump sebelum kerusuhan terjadi. Dalam pidatonya, Trump me­minta para pendukungnya untuk bergerak ke US Capitol dan melawan pengesahan ha­sil Pilpres. Trump mengeklaim pidatonya tak provokatif.

Tapi, Trump menolak di­nyatakan bertanggung jawab atas kerusuhan US Capitol pada pekan lalu. Ia berkata, pernya­taannya kepada para pendu­kungnya masih tergolong pan­tas dan bukan provokasi.

“Jika kalian membaca lagi pidato saya... apa yang saya katakan masih tergolong pan­tas. Pernyataan saya, dari kata, kalimat, hingga paragraf sudah diperiksa dan dinyatakan pan­tas,” ujar Donald Trump sebe­lum bertolak ke Alamo, Texas, untuk mengecek tembok per­batasan Meksiko, Selasa.

Sementara itu, Demokrat berencana memberikan sua­ra untuk pemakzulan Donald Trump pada Rabu. Trump ma­kin tersudut setelah sebagian anggota Republik mendukung upaya pemakzulan itu.

n SB/AFP/P-4

Klik untuk print artikel
No comments for this article. Be the first to comment to this article.

Submit a Comment