Tiongkok Ringankan Pembayaran Utang untuk Negara Berkembang | Koran Jakarta
Koran Jakarta | December 4 2020
No Comments
Dampak Pandemi

Tiongkok Ringankan Pembayaran Utang untuk Negara Berkembang

Tiongkok Ringankan Pembayaran Utang untuk Negara Berkembang

Foto : WANG ZHAO/AFP
Menteri Keuangan Tiongkok, Liu Kun
A   A   A   Pengaturan Font

BEIJING – Menteri Keuangan Tiongkok, Liu Kun, mengatakan pe­merintah Tiongkok akan memberi­kan keringanan pembayaran utang kepada negara-negara berkembang yang mengambil pinjaman dari Bei­jing. Tak tanggung-tanggung, total keringanan yang diberikan mencapai 2,1 miliar dollar AS.

Pada Jumat (20/11), Liu menga­takan keringanan itu diperlukan be­berapa debitur di Afrika karena saat ini mereka mengalami pertumbuhan ekonomi yang melambat dan mem­butuhkan banyak dana untuk mem­perbaiki keadaan negaranya yang ter­pukul oleh pandemi Covid-19.

Keringanan itu diberikan dalam bentuk Penangguhan Layanan Utang (DSSI) G20 terbaru untuk menangkal masalah investasi yang dibutuhkan di masa mendatang.

Lembaga kreditur bilateral res­mi Beijing seperti Badan Kerja Sama Pembangunan Internasional Tiong­kok, badan bantuan negara, dan Bank Ekspor-Impor Tiongkok telah menangguhkan pembayaran pemba­yaran utang dari 23 negara senilai total 1.353 miliar dollar AS atau sekitar 19 triliun rupiah, kata Liu, dalam sebuah pernyataan di situs web kementerian.

“Sedangkan Bank Pembangunan Tiongkok, sebagai kreditur komersial, menandatangani perjanjian dengan negara berkembang sekitar 748 juta dollar AS (10 triliun rupiah) pada ak­hir September,” kata Liu.

Namun, relaksasi ini lebih kecil dibandingkan dengan utang nega­ra berkembang yang harus dibayar Tiongkok. Studi Bank Dunia me­nunjukkan utang bilateral resmi ne­gara-negara termiskin kepada ne­gara-negara G20 mencapai 178 miliar dollar AS (2.526 triliun rupiah) pada 2019, dengan 63 persen dari total utang ke Tiongkok.

Sepertiga dari 30,5 miliar dollar AS pembayaran utang publik yang ja­tuh tempo pada tahun 2021 oleh ne­gara-negara Afrika sub-Sahara yang memenuhi syarat DSSI berutang ke­pada kreditor resmi Tiongkok, semen­tara 10 persen lainnya terkait dengan China Development Bank, menurut Institute of International Finance.

Sementara itu, negara-negara G20, termasuk Tiongkok dan Amerika Seri­kat, telah menawarkan bantuan ke­uangan kepada negara-negara di du­nia yang memiliki masalah finansial, dengan mayoritas berada di Afrika. Bantuan ini akan diberikan setidak­nya hingga pertengahan 2021 untuk membantu percepatan penanggu­langan Covid-19 dan menarik per­tumbuhan ekonomi pascapandemi.

Prioritaskan Vaksin

Liu mengatakan Tiongkok berse­dia meningkatkan bantuan keuangan untuk negara-negara berkembang dan lebih banyak dukungan akan di­berikan kepada mereka yang paling terpukul oleh pandemi dan di bawah tekanan berat. “Kami juga akan mem­prioritaskan pasokan vaksin Covid-19 ke negara-negara miskin,” tegas Liu.

Tiongkok juga akan mempertim­bangkan untuk memberikan sum­bangan kepada fasilitas keringanan utang multilateral jika Bank Dunia memutuskan untuk mendirikannya, kata Liu. SB/CNBC/AFP/P-4

Klik untuk print artikel
No comments for this article. Be the first to comment to this article.

Submit a Comment