Tegas, Peringatan Mantan Danjen Kopassus untuk Rizieq Shihab | Koran Jakarta
Koran Jakarta | January 27 2021
No Comments

Tegas, Peringatan Mantan Danjen Kopassus untuk Rizieq Shihab

Tegas, Peringatan Mantan Danjen Kopassus untuk Rizieq Shihab

Foto : Istimewa.
Mantan Danjen Kopassus, Letjen Doni Monardo yang juga Ketua Satgas Penanganan Covid-19.
A   A   A   Pengaturan Font

JAKARTA - Habib Rizieq Shihab, Imam Besar Front Pembela Islam (FPI) kembali jadi sorotan setelah menolak upaya penelusuran kontak atau contact tracing Covid-19 yang dilakukan Satgas Covid. Mantan Danjen Kopassus, Letjen Doni Monardo yang juga Ketua Satgas Penanganan Covid-19 pun angkat suara. Ia memperingatkan Rizieq Shihab untuk kooperatif.

Menurut Letjen Doni, terkait Rizieq Shihab yang menolak contact tracing  saat dirawat di RS Ummi Bogor,  dirinya telah dapat laporan lengkap dari Wali Kota Bogor Bima Arya  Sugiharto dan Direktur Utama RS UMMI Andi Tata. Jenderal bintang tiga ini menyesalkan sikap pemimpin FPI itu yang tak kooperatif.

"Atas laporan tersebut, Satgas Penanganan Covid-19 sangat menyesalkan sikap Saudara M Rizieq Shihab yang menolak untuk dilakukan penelusuran kontak," kata jenderal baret merah itu dalam keterangan persnya yang diterima Koran Jakarta, Senin (30/11).

Ditegaskannya, sebagai pemimpin organisasi, Rizieq mestinya bisa jadi contoh. Apalagi, pemimpin FPI itu pernah kontak dengan pasien Covid. Bukan kemudian menghindari dari upaya penelurusan kontak.  Letjen Doni  minta Rizieq Shihab untuk kooperatif. 

"Kami meminta Saudara Rizieq sebagai tokoh masyarakat untuk kooperatif dan memberikan teladan dalam upaya penanggulangan pandemi Covid-19," katanya.

Dengan tegas pula, sang jenderal memperingatkan, bahwa pemerintah akan melakukan langkah dan tindakan tegas bagi siapa pun yang melanggar ketentuan dan membahayakan keselamatan serta kesehatan masyarakat. 

“Dalam situasi pandemi Covid-19 yang masih terjadi penularan, setiap warga negara hendaknya menjalankan protokol kesehatan," ujarnya.

Setiap warga negara, menurut Letjen Doni,  mestinya sukarela untuk dites. Ditelusuri kontak eratnya. "Dan bersedia menjalani perawatan atau karantina jika ternyata terjangkiti virus korona," katanya.

Ia juga mengingatkan, agar semua punya empati dan dukungan kepada para tenaga kesehatan dan sukarelawan yang tengah berjibaku melawan dan menanggulangi pandemi Covid-19 ini. Karenanya siapa pun mesti bersikap kooperatif. Dengan begitu upaya penangangan Covid-19 bisa optimal hasilnya. 

“Selain jurus 3M yakni memakai masker, menjaga jarak dan menghindari kerumunan, serta mencuci tangan pakai sabun di air mengalir juga ada strategi 3T atau testing (tes), tracing (telusur) dan treatment (tindak lanjut) dalam mengendalikan penularan Covid-19," ujarnya.

Strategi  3T, kata mantan Komandan Paspampres ini adalah tindakan kemanusiaan dan nondiskriminatif. Dan, ini sangat penting dalam penanggulangan Covid-19.  Jadi,  siapa pun wajib mendukungnya. ags/N-3

Klik untuk print artikel
No comments for this article. Be the first to comment to this article.

Submit a Comment