Taiwan Mencatat Rekor Selama 200 Hari Tanpa Covid-19 | Koran Jakarta
Koran Jakarta | November 27 2020
No Comments
Penularan Virus Korona

Taiwan Mencatat Rekor Selama 200 Hari Tanpa Covid-19

Taiwan Mencatat Rekor Selama 200 Hari Tanpa Covid-19

Foto : SAM YEH/AFP
PENANGANAN COVID-19 I Petugas menyemprotkan hand sanitiser kepada penumpang di Bandara Taoyuan, Taiwan, beberapa waktu lalu. Taiwan dinilai sukses menangani penyebaran Covid-19 setelah 200 hari tanpa kasus baru.
A   A   A   Pengaturan Font

TAIPEI – Saat sejumlah negara sedang berjibaku meng­hambat laju tingginya penu­laran virus korona (Covid-19), terutama negara-negara di Eropa dan Amerika Serikat

Taiwan justru sebaliknya. Center for Disease Control atau pusat pengendalian dan pencegahan penyakit Taiwan mencatat kasus domestik ter­akhir pada tanggal 12 April. Sampai Kamis (29/10), Taiwan telah melalui 200 hari tanpa kasus infeksi baru atau penu­laran domestik Covid-19.

Ini menjadi bukti kesuk­sesan negara pulau tersebut dalam menangani virus korona yang kasusnya justru melonjak di berbagai belahan dunia lain.

Pihak berwenang menyatakan terima kasih atas kerja sama publik, sambil terus mendorong masyarakat untuk tetap mematuhi aturan pencegahan, dengan mengenakan masker dan sering mencuci tangan.

Sejak pandemi melanda dunia, Taiwan hanya mencatat 553 kasus Covid-19 dan tujuh kasus kematian. Meskipun penularan dalam negeri sudah terhenti, Taiwan masih men­catat kasus-kasus baru dari orang-orang yang datang dari luar negeri.

Taiwan telah dipuji sebagai contoh baik dalam penanganan pandemi, terutama mengingat hubungan bisnis dan turisme­nya yang erat dengan Tiongkok sebagai tempat asal mula virus.

Apakah Taiwan sudah bersih sepenuhnya dari virus korona? Media lokal terus mengamati laporan dari orang-orang yang dinyatakan positif Covid-19 setelah meninggalkan Taiwan. Pihak berwenang mengatakan pada Rabu (28/10), mereka mendapat pemberitahuan dari Departemen Kesehatan Jepang dan Thailand bahwa tiga orang yang meninggalkan Taiwan terbukti positif terinfeksi virus korona.

Meski demikian, Taiwan masih menjadi sebuah contoh sukses penanganan sebuah pandemi global yang mencatat sekitar 44 juta kasus dengan minimal 1,1 juta kematian.

Keberhasilan Taiwan dalam menghentikan penularan Covid-19 tidak lepas dari penanganan yang tegas sejak dini. Di awal pandemi, pemerintah Taiwan memeriksa para penumpang penerbangan dari Wuhan, kota di Tiongkok tem­pat pandemi berawal.

Peneliti melaporkan dalam jurnal medis JAMA bahwa Tai­wan bahkan telah melakukan pengecekan tanda-tanda de­mam dan gejala pneumonia dari penumpang ini sejak 31 Desember 2019.

Pada 20 Januari, Taiwan membentuk Central Epidemic Command Center atau Pusat Komando Epidemi untuk mengoordinasi respons berbagai departemen.

Pemerintah juga telah mengomunikasikan secara efektif tentang pentingnya menggu­nakan masker.

n SB/Bloomberg/P-4

Klik untuk print artikel
No comments for this article. Be the first to comment to this article.

Submit a Comment