Tahun 2021 Kemendikbud Tetap Fokus pada Transformasi Pendidikan | Koran Jakarta
Koran Jakarta | January 19 2021
No Comments
Menteri Pendidikan dan Kebudayaan, Nadiem Makarim, tentang Kebijakan Pendidikan Tahun 2021

Tahun 2021 Kemendikbud Tetap Fokus pada Transformasi Pendidikan

Tahun 2021 Kemendikbud Tetap Fokus pada Transformasi Pendidikan

Foto : ANTARA/WAHYU PUTRO A
A   A   A   Pengaturan Font
Pendidikan merupakan sektor penting dalam meningkatkan kualitas sumber daya manusia (SDM). Pada tahun 2020, Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan (Kemendikbud) meluncurkan berbagai seri kebijakan Merdeka Belajar sebagai upaya peningkatan kualitas pendidikan di Indonesia.

 

Meski begitu, pelaksanaan­nya terkendala berbagai persoalan. Terbesar adalah adanya pandemi Covid-19 sehingga pembelajaran terlaksana secara jarak jauh, menggunakan metode dalam jaringan. Hal ini tentu berdampak pada efektivitas pembelajaran.

Untuk mengupas rencana-ren­cana sektor pendidikan tahun 2021, Koran Jakarta mewawancarai Men­teri Pendidikan dan Kebudayaan (Mendikbud), Nadiem Makarim. Berikut petikan wawancaranya.

Bisa Anda sebutkan fokus pen­didikan pada tahun 2021 ini?

Pada tahun 2021 ini kami tetap berkomitmen untuk terus melan­jutkan transformasi pendidikan. Tahun ini, transformasi pendidikan tetap akan dilancarkan lewat kebi­jakan Merdeka Belajar.

Ada kalanya strategi transfor­masi yang begitu besar dan kerja yang tak kenal henti mungkin disa­lahartikan sebagai tidak fokusnya upaya transformasi. Namun, jika dipahami lebih dalam, semua yang dikerjakan Kemendikbud menyasar pada pendidikan yang berkua­litas bagi seluruh rakyat Indonesia lewat apa yang kita sebut Merdeka Belajar.

Apa strategi yang digunakan mengingat kebijakan Merdeka Belajar memiliki banyak epi­sode?

Strategi utama peningkatan kualitas pendidikan di Indone­sia selama setahun mendatang yaitu, pertama, pembangun­an infrastruktur dan teknolo­gi. Lalu, penguatan kebijakan, prosedur, dan pendanaan.

Selanjutnya, penguatan ke­pemimpinan, masyarakat, dan kebudayaan serta penguatan kuri­kulum, pedagogi, dan asesmen. Semua kebijakan Kemen­dikbud berujung pada upaya menghadirkan transformasi yang bermakna dan mem­bawa bangsa ini kepada kemajuan.

Untuk 2021 ini, berapa ang­garan pemerintah untuk sektor pendidikan?

Anggaran pendidikan 2021 sebesar 550 triliun rupiah. Ini merupakan alokasi 20 persen dari Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN) 2021 sebesar 2.750,02 triliun rupiah.

Namun, ang­garan yang Ke­mendikbud kelola ha­nya sebesar 81,5 triliun ripiah. Sebab, alokasi anggaran pendidik­an dari APBN itu juga dibagi ke be­berapa kementerian lainnya yang turut mengurus pendidikan.

Bagaimana Kemendikbud mengoptimalkan anggaran yang ada?

Anggaran yang masuk ke Ke­mendikbud bakal digunakan untuk mengembangkan wilayah. Hal ini agar kesenjangan pendidikan dapat teratasi. Selain itu, kita ingin menjamin pemerataan hingga menghasilkan SDM berkualitas dan berdaya saing.

Ada kabar kalau pengangkatan guru menjadi pegawai negeri sipil tidak akan ada. Bagaimana tang­gapan Anda?

Saya menegaskan bahwa forma­si CPNS Guru ke depan tetap akan ada. Kebijakan ini akan sejalan dan saling melengkapi dengan pere­krutan Pegawai Pemerintah dengan Perjanjian Kerja (PPPK)

Telah terjadi mispersepsi soal tidak adanya formasi CPNS Guru tersebut. Jadi saya koreksi mispre­sepsi di media, bahwa tidak ada lagi formasi CPNS guru, ini salah dan tidak pernah menjadi kebijak­an Kemendikbud.

Fokus tahun ini adalah perekrut­an guru honorer sampai dengan kapasitas satu juta guru. Jumlah yang diangkat hanya yang lulus tes melalui jalur PPPK.

Nantinya, guru PPPK yang mem­punyai performa kinerja yang baik bakal menjadi pertimbangan pen­ting ketika guru tersebut mendaf­tar CPNS. Kami terus berupaya memperjuangkan agar para guru mendapatkan kesempatan mem­perjelas status dan meningkatkan kesejahteraan.

n muhamad ma’rup/P-4

Klik untuk print artikel
No comments for this article. Be the first to comment to this article.

Submit a Comment