Rindu Rendra 2020, Lomba Video Baca Puisi dan Diskusi | Koran Jakarta
Koran Jakarta | January 27 2021
No Comments

Rindu Rendra 2020, Lomba Video Baca Puisi dan Diskusi

Rindu Rendra 2020, Lomba Video Baca Puisi dan Diskusi
A   A   A   Pengaturan Font

Jakarta - KOMUNITAS Burung Merak Rendra (KBMR) kembali menyelenggarakan Lomba Video Baca Puisi Rendra ke II tingkat Nasional tahun 2020.

 

Acara bertajuk "Rindu Rendra" tahun 2020 ini memilih puisi karya Rendra berjudul "Kesaksian Akhir Abad" sebagai puisi yang dibacakan oleh peserta lomba video baca puisi Rendra. Acara ini Rindu Rendra ini dilakukan melalui Live Streaming YouTube Komunitas Burung Merak Rendra dengan link http://www.youtube.com/c/KomunitasBurungMerakRendra dan diselenggarakan oleh Komunitas Burung Merak Rendra dan PT Cipta Sadya Rasa.

 

"Antusiasme peserta lomba video baca puisi Rendra tahun ini memang luar biasa dan sangat responsif. Panitia telah menerima dan menyeleksi lebih dari 300 video peserta lomba baca puisi Rendra yang berasal dari 34 Provinsi di Indonesia," kata Clara Sinta Rendra, putri almarhum WS Rendra di Jakarta, Jumat (6/11/20).

 

Para pemenang lomba video baca puisi Rendra akan diumumkan pada puncak acara Rindu Rendra yang dilaksanakan Sabtu, 7 November 2020, jam 19.00-22.00 WIB melalui live streaming Youtube.

 

Tim Juri yang terdiri dari Jose Rizal Manua, Uji Bayu Sedjati dan Clara Sinta Rendra, menyeleksi secara ketat, memberikan penilaian dan menentukan video baca puisi Rendra yang menjadi Juara I, Juara II, Juara III dan Juara Favorit.

 

Panitia telah menyediakan piala Rendra,  hadiah dan piagam untuk para pemenang. Juara I mendapatkan Piala Rendra, uang Rp 5 Juta dan piagam, Juara II mendapatkan Piala Rendra, uang Rp 3,5 Juta dan Piagam, Juara III mendapatkan Piala Rendra, uang Rp 2,5 Juta dan Piagam, Juara Favorit mendapatkan piala Rendra, uang Rp 2,5 Juta dan Piagam.

 

Menurut Clara Sinta, acara "Rindu Rendra" yang menggelar Lomba Video Baca Puisi Rendra Tingkat Nasional ini dilaksanakan setiap tahun sekali dan menjadi agenda tetap tahunan.

 

"Pada tahun 2020 ini, kami mengangkat tema Rindu Rendra: Kesaksian Akhir Abad, yang diangkat dari salah satu judul puisi Rendra yang korelatif menyentuh substansi problematika kehidupan di  Indonesia hari ini," kata Clara Sinta yang juga Aktor Film dan Teater.

 

Acara Diskusi Daring ini menghadirkan narasumber Wakil Ketua DPR H. Abdul Muhaimin Iskandar (Cak Imin) dan Rocky Gerung, seorang filsuf, akademisi dan intelektual Indonesia. Kedua narasumber ini akan memperbincangkan berbagai pemikiran Rendra yang kritis terhadap kehidupan sosial politik, ekonomi, budaya, peradaban teknologi informasi dan sebagainya.

 

Di dalam puisi berjudul "Kesakaian Akhir Abad" ada pesan moral yang ingin disampaikan Rendra terkait realitas kehidupan sosial, politik dan ekonomi di Indonesia serta kegaduhan dan riuhnya era Cybernetic.

 

Penyair kelahiran Solo, 7 November 1935  telah mengingatkan bahwa rakyat harus memiliki hak politik yang indepen tanpa kehilangan kemerdekaannya.

 

Karena itu, Rendra secara kritis dan mendalam menyampaikan rakyat memiliki kedudukan dan menjadi bagian penting dalam kedaulatan rakyat dan kedaulatan politik.

 

 .... Dan partai-partai politik  menganggap rakyat hanya abdi partai yang dinamakan masa politik partai!

Atau kawula partai! ...

 

Selain itu, kemerdekaan rakyat akan terwujud dengan bijaksana apabila negara  menghormati hak-hak birokrasi dan tidak mengekangnya untuk semata-mata kepentingan pemerintah.

 

Karena itu, kata Clara Sinta, acara "Rindu Rendra: Kesaksian Akhir Abad" mengingatkan kembali substansi daya hidup rakyat untuk tetap survive dalam kedaulatan rakyat dan kedaulatan politik dalam dimensi peradaban kehidupan  bermasyarakat, berbangsa dan bernegara di Indonesia.

 

Melalui kegiatan seni dan budaya, kata Clara Sinta, apa yang tertulis di dalam puisi Rendra berjudul 'Kesaksian Akhir Abad' menjadi kritik yang berdaya guna, bedaya jidup dan berdaya moral yang konstruktif bagi kemerdekaan daya hidup dan daya kehidupan masyarakat Indonesia.P-4

Klik untuk print artikel
No comments for this article. Be the first to comment to this article.

Submit a Comment