Presiden Minta Semua Masalah Komoditas Impor Diselesaikan | Koran Jakarta
Koran Jakarta | January 27 2021
No Comments
Pembangunan Pertanian

Presiden Minta Semua Masalah Komoditas Impor Diselesaikan

Presiden Minta Semua Masalah Komoditas Impor Diselesaikan

Foto : BPMI SETPRES
RAKER PERTANIAN I Presiden Joko Widodo saat meresmikan pembukaan Rapat Kerja Nasional Pembangunan Pertanian Tahun 2021 di Istana Negara, Jakarta, Senin (11/1).
A   A   A   Pengaturan Font

JAKARTA – Presiden Joko Widodo (Jokowi) dalam pem­bukaan Rapat Kerja Nasional Pembangunan Pertanian Tahun 2021, di Istana Negara Jakarta, Senin (11/1) meminta jajaran menterinya agar menyelesai­kan semua masalah komoditas impor seperti kedelai, jagung, gula, bawang putih dan beras.

Sebab, komoditas tersebut sering langka sehingga harga­nya melonjak tajam yang me­nyebabkan masyarakat sulit mendapatkannya seperti kede­lai baru-baru ini.

Upaya menyelesaikan impor komoditas itu, kata Presiden, yakni dengan pembangunan pertanian pada komoditas yang saat ini masih diimpor.

“Saya ingin menggarisba­wahi terutama yang berkaitan dengan komoditas pertanian yang impor. Kedelai hati-hati, jagung hati-hati, gula hati-ha­ti, ini yang masih (impor-red) juta-jutaan ton,” kata Jokowi dalam keterangan tertulisnya seperti dikutip dari laman Se­kretaris Kebinet.

Selain itu, Kepala Negara juga menekankan pada komo­ditas bawang putih dan beras, meskipun beras sudah hampir dua tahun tidak melakukan im­por. “Sudah hampir dua tahun kita enggak impor beras, ini saya mau lihat betul lapang­annya kondisinya seperti apa, apakah konsisten kita lakukan untuk tahun-tahun menda­tang,” kata Jokowi.

Di hadapan peserta Rak­ernas, Presiden pun meminta agar didesain skema pemba­ngunan pertanian untuk me­nyelesaikan persoalan ter­sebut. “Tadi saya sampaikan, barang-barang ini harus dise­lesaikan, urusan bawang putih, urusan gula, urusan jagung, urusan kedelai, dan komoditas yang lain yang masih impor, tolong ini menjadi catatan dan segera dicarikan desain yang baik agar bisa kita selesaikan,” kata Presiden.

Berkaitan dengan pemba­ngunan pertanian, Jokowi me­minta agar dilakukan secara lebih serius dan detail. Sebab, dalam kondisi pandemi saat ini, sektor pertanian menempati posisi yang semakin sentral.

“Kita tahu, FAO memper­ingatkan potensi terjadinya kri­sis pangan, hati-hati mengenai ini, hati-hati. Akibat pembatas­an mobilitas warga, dan bah­kan distribusi barang antarne­gara, distribusi pangan dunia menjadi terkendala,” kata Ke­pala Negara.

Melambungnya harga komo­ditas kedelai impor beberapa waktu lalu, tambah Presiden, te­lah berdampak pada pengrajin tahu dan tempe di Indonesia.

Masih Tinggi

Sementara itu, Menteri Per­dagangan, Muhammad Lutfi, mengatakan harga kedelai di pasaran masih tetap tinggi sampai akhir Mei 2021 dan di­perkirakan baru akan memba­ik pada Juni 2021.

Seperti diketahui, harga ke­delai yang dibeli perajin tahu tempe dari para importir me­lonjak. Berdasarkan data Ga­bungan Koperasi Tahu Tempe Indoensia (Gakoptindo), harga kedelai melonjak hingga 9.300– 9.800 rupiah per kilogram (kg) dari kisaran harga normal 6.000–7.000 rupiah per kg.

Menurut Mendag, tinggi­nya permintaan kedelai di pa­sar global, serta produksi yang menurun menjadi penyebab utama melambungnya harga kedelai. n ers/E-9

Klik untuk print artikel
No comments for this article. Be the first to comment to this article.

Submit a Comment