Petinggi Militer AS dan Tiongkok Bahas Isu Penyerangan Pulau di LTS | Koran Jakarta
Koran Jakarta | November 27 2020
No Comments
Konferensi Video

Petinggi Militer AS dan Tiongkok Bahas Isu Penyerangan Pulau di LTS

Petinggi Militer AS dan Tiongkok Bahas Isu Penyerangan Pulau di LTS

Foto : ISTIMEWA
Juru Bicara Kementerian Pertahanan Tiongkok, Wu Qian
A   A   A   Pengaturan Font

BEIJING – Juru Bicara Kementeri­an Pertahanan Tiongkok, Wu Qian, mengatakan pimpinan militer Tiong­kok dan Amerika Serikat telah meng­gelar konferensi virtual (video) untuk mengatasi kesalahpahaman (krisis komunikasi) kedua negara terkait dengan Laut Tiongkok Selatan (LTS), pada 28–29 Oktober.

Dialog itu dilakukan setelah ber­kembang isu bahwa AS akan menye­rang pulau-pulau tempat pangkalan militer Tiongkok di Laut Tiongkok Selatan, dengan pesawat tak berawak atau drone.

Perundingan terjadi selang bebe­rapa hari sebelum pemilihan Presi­den AS. Komunikasi ini juga berlang­sung di tengah kunjungan berseri Menteri Pertahanan Amerika Serikat, Mark Esper, dan Menlu Mike Pompeo ke sejumlah negara di Asia. Esper dan Pompeo mendesak sejumlah negara untuk bekerja sama dengan Amerika Serikat dalam menghadapi ancam­an keamanan yang ditimbulkan oleh Tiongkok.

Langkah Mark Esper dan Mike Pompeo ini mendapat kritikan tajam dari pemerintah Tiongkok. Beijing menuduh Washington sebagai nega­ra bermentalitas Perang Dingin dan pola pikir zero-sum atau menciptakan kemenangan dengan melumpuhkan negara lain.

Menurut Wu, Esper membantah laporan media tentang Amerika Seri­kat yang akan menyerang pulau-pu­lau dan terumbu karang Tiongkok di Laut Tiongkok Selatan menggunakan drone MQ-9 jika pemilihan presiden AS tidak menguntungkan bagi Presi­den Donald Trump

“Esper mengatakan Amerika Seri­kat tidak berniat menciptakan krisis militer dengan Tiongkok,” kata Wu.

Wu berharap AS dapat menepati janjinya, dan mengambil langkah-langkah untuk mencegah mempro­vokasi militer Tiongkok di udara dan laut,” kata Wu.

Wu menambahkan, Tiongkok akan secara tegas melakukan serang­an balasan jika diprovokasi dengan serangan di laut.

Selanjutnya, kata Wu, kedua pim­pinan militer akan bertukar pan­dangan melalui konferensi video lan­jutan tentang bantuan kemanusiaan pada pertengahan November dan tentang keamanan maritim sebelum akhir tahun.

Cegah Krisis

Pentagon tidak mengatakan apa­kah Esper secara khusus mengambil bagian dalam pembicaraan itu. Na­mun, Pentagon mengatakan hal itu adalah kesempatan untuk mencipta­kan prinsip-prinsip untuk mencegah dan mengelola krisis dan mengurangi risiko kekuatan.

“Kedua belah pihak sepakat ten­tang pentingnya membangun me­kanisme komunikasi tepat waktu se­lama krisis, serta kebutuhan untuk memelihara saluran komunikasi re­guler untuk mencegah krisis dan me­lakukan penilaian pascakrisis,” demi­kian pernyataan Pentagon.

n SB/AFP/P-4

Klik untuk print artikel
No comments for this article. Be the first to comment to this article.

Submit a Comment