Penghindaran Pajak Global Timbulkan Kerugian USD427 Miliar | Koran Jakarta
Koran Jakarta | November 27 2020
No Comments
Laporan Tax Justice Network

Penghindaran Pajak Global Timbulkan Kerugian USD427 Miliar

Penghindaran Pajak Global Timbulkan Kerugian USD427 Miliar

Foto : Istimewa
Kepala eksekutif Tax Justice Network, Alex Cobham
A   A   A   Pengaturan Font

LONDON – Lembaga swadaya masyarakat (LSM) Tax Justice Network saat mempublikasikan datanya pada Jumat (20/11) mengatakan bahwa penghindaran pajak telah merugikan dunia sebesar 427 miliar dollar per tahunnya. Penghindaran pajak ini dilakukan dengan mengalirkan uang tunai ke negara surga pajak.

Dalam pernyataannya, Tax Justice Network mengatakan bahwa mereka telah menyaring catatan di seluruh dunia dalam studi global pertamanya dan mendesak tindakan global terhadap surga pajak siluman yang telah mengalihkan miliaran dollar dari negara-negara yang saat ini tengah memerangi pandemi Covid-19.

Tax Justice Network yang menaungi sekelompok LSM, merilis laporannya setelah memeriksa deklarasi pajak dan hitungan secara multinasional yang dikumpulkan oleh Organisation for Economic Co-operation and Development (OECD) yang bermarkas di Paris, sejak 2016. Selain itu Tax Justice Network juga memeriksa data individual dari Bank for International Settlements yang dikumpulkan sejak 2018.

"Negara-negara di dunia kehilangan total lebih dari 427 miliar dollar AS pajak setiap tahunnya akibat penyalahgunaan pajak oleh perusahaan internasional dan penghindaran pajak swasta," lapor Tax Justice Network dalam kesimpulan studinya. “Uang senilai itu  setara dengan hampir 34 juta gaji tahunan perawat per tahun,” imbuh mereka.

Tax Justice Network juga mengestimasi bahwa jumlah total penghindaran pajak terdiri dari 245 miliar dollar AS yang dilakukan oleh para pebisnis dan 182 miliar dollar AS yang dilakukan oleh banyak individu.

Studi yang dilakukan Tax Justice Network juga membeberkan bahwa perusahaan multinasional telah mengalihkan sekitar 1,38 triliun dollar AS keuntungan yang mereka raih melalui surga pajak, sementara para individu swasta menginvestasikan lebih dari 10 triliun dollar AS dalam bentuk aset juga melalui surga pajak.

Dalam studinya, Tax Justice Network juga mengatakan bahwa wilayah terkaya di dunia seperti Eropa dan Amerika Utara, mengalami pukulan finansial terbesar akibat penghindaran pajak ini.

Dalam studi itu disebutkan bahwa wilayah teritorial Inggris di luar negeri yaitu Kepulauan Cayman sebagai surga pajak urutan teratas yang bertanggung jawab atas kerugian global terbesar. Pada urutan berikutnya wilayah teritorial Inggris di luar negeri lainnya, kemudian  Belanda, Luksemburg, Negara Bagian AS yang menerapkan pajak rendah seperti Delaware, serta Hong Kong.

"Di bawah tekanan dari perusahaan raksasa dan negara surga pajak kuat seperti Belanda dan Inggris, pemerintah kita telah memprogram sistem pajak global untuk memprioritaskan keinginan perusahaan dan individu paling kaya di atas kebutuhan orang lain," kata Alex Cobham, kepala eksekutif Tax Justice Network.

"Pandemi telah mengekspos besarnya kerugian karena mengubah kebijakan pajak menjadi alat untuk memanjakan para pelanggar pajak, alih-alih melindungi kesejahteraan masyarakat,” imbuh Cobham.

Karena adanya kerugian yang amat besar itu, Tax Justice Network menyarankan agar sistem pajak global segera diprogram ulang sehingga bisa memprioritaskan kesehatan dan mata pencaharian masyarakat di atas itikad dari mereka yang bertekad untuk tidak mau membayar pajak. SB/AFP/I-1

 

 

Klik untuk print artikel
No comments for this article. Be the first to comment to this article.

Submit a Comment