Pemprov Harus Intensif Kampanye Protokol Kesehatan | Koran Jakarta
Koran Jakarta | November 27 2020
No Comments
Pandemi Global I Pemprov Jabar “Rapid Test” di 54 Titik

Pemprov Harus Intensif Kampanye Protokol Kesehatan

Pemprov Harus Intensif Kampanye Protokol Kesehatan

Foto : Sumber: Covid19.go.id
A   A   A   Pengaturan Font
Angka kematian dokter tertinggi akibat virus korona di Indonesia terjadi selama bulan Juli, Agustus, dan September 2020.

 

JAKARTA – Menko Kema­ritiman dan Investasi, Luhut Pandjaitan, meminta pemerin­tah provinsi intensif mengam­panyekan pentingnya protokol kesehatan di masa pandemi Covid-19, khususnya di tem­pat-tempat yang berpotensi menciptakan kerumunan.

“Upaya perbaikan terus didorong oleh pemerintah pusat, menyangkut protokol kesehatan dan isolasi ter­pusat. Saya mohon para ke­pala daerah agar tidak pernah bosan untuk menyampaikan protokol kesehatan 3M,” kata Luhut saat dialog secara vir­tual dengan sejumlah kepala daerah, Jumat (30/10).

Sementara itu, Guber­nur Jawa Barat, Ridwan Ka­mil, memaparkan sejum­lah langkah pemerintah daerah dalam mencegah pe­nyebaran Covid-19 saat libur dan cuti bersama, Maulid Nabi Muhammad SAW.

Strategi itu dipaparkan kepada Menteri Koordina­tor (Menko) Kemaritiman dan Investasi RI, Luhut Bin­sar Pandjaitan, via konferensi video, Jumat.

Langkah Cepat

Ridwan Kamil menuturkan sejumlah langkah cepat Pem­prov Jabar tersebut, di anta­ranya pengetesan Covid-19 di sejumlah destinasi wisata dan pintu masuk Jabar. Menurut Ketua Komite Kebijakan Pen­anganan Covid-19 dan Pemuli­han Ekonomi Daerah Provinsi Jabar itu, pemeriksaan dan tes dilakukan di 54 titik.

“Pengetesan dilakukan se­cara acak melalui metode tes cepat (rapid test). Apabila ada yang reaktif, akan dilanjutkan dengan tes usap,” kata Kang Emil, sapaan Ridwan Kamil.

Kang Emil menyatakan pen­getesan Covid-19 amat krusial untuk menekan potensi kasus selama libur panjang dan cuti bersama agar tidak menjadi klaster baru. Ia meminta wisa­tawan dan pelaku perjalanan disiplin menerapkan protokol kesehatan 3M, yakni memakai masker, menjaga jarak, dan mencuci tangan dengan sabun.

“Kami bersama TNI dan Polri serta Satpol PP (Satuan Polisi Pamong Praja) terus berjaga semaksimal mungkin untuk memastikan protokol kesehatan dilakukan oleh ma­syarakat yang berlibur ke tem­pat wisata,” ujar dia.

Selain itu, petugas keaman­an akan memastikan penge­lola destinasi wisata berkomit­men menjalankan protokol kesehatan, seperti membatasi jumlah pengunjung. “Intinya, masyarakat boleh berwisata asalkan dengan tetap mener­apkan protokol kesehatan 3M tadi secara ketat dan disiplin,” kata Kang Emil.

Tenaga Kesehatan

Di tempat terpisah, Ketua Satgas Penanganan Covid-19, Doni Monardo, menyebut angka kematian dokter ter­tinggi akibat virus korona di Indonesia terjadi selama bulan Juli, Agustus, dan September 2020.

“Tenaga kesehatan kita, para dokter, sejauh ini yang kami terima dari kawan-kawan IDI telah mencapai lebih dari 140 orang yang wafat,” ucap Doni dalam Seminar Nasional XII PERSI dan Seminar Tahu­nan XIV Patient Safety, Jumat.

Doni menjelaskan salah satu penyebab tingginya angka kematian dokter pada periode Juli–September adalah ban­yaknya pasien Covid-19 yang dirawat di rumah sakit. Ter­lebih kasus korona di Indone­sia terus mengalami penamba­han setiap harinya.

“Kita harapkan kasus posi­tif bisa berkurang, kemudian yang dirawat di rumah sakit tidak terlalu banyak, sehingga dokter punya kesempatan un­tuk relaksasi,” harapnya.

Sementara itu, data IDI menunjukkan total dokter yang meninggal hingga 25 Oktober 2020 sebanyak 141 dokter.

n jon/Ant/P-4

Klik untuk print artikel
No comments for this article. Be the first to comment to this article.

Submit a Comment