Papua Memanas, Kelompok Kriminal Separatis Bersenjata Kembali Tembak Warga Sipil | Koran Jakarta
Koran Jakarta | December 5 2020
No Comments

Papua Memanas, Kelompok Kriminal Separatis Bersenjata Kembali Tembak Warga Sipil

Papua Memanas, Kelompok Kriminal Separatis Bersenjata Kembali Tembak Warga Sipil

Foto : Istimewa.
A   A   A   Pengaturan Font

JAYAPURA - Situasi Papua memanas.  Kelompok Kriminal Separatis Bersenjata (KKSB) kembali menunjukkan kesombongannya dengan melakukan penembakan, beberapa waktu lalu. Peristiwa itu memakan korban jiwa, dan amat disayangkan. Karena yang kehilangan nyawa adalah sesama orang asli Papua. Hal ini menunjukkan Kelompok Kriminal Separatis Bersenjata makin keji dalam bertindak.

Memurut siaran pers Puspen TNI yang diterima Koran Jakarta, Senin (16/11), situasi di Papua mulai memanas di akhir tahun, karena ada aksi teror dari Kelompok Kriminal Separatis Bersenjata. Mereka yang berafiliasi dengan Organisasi Papua Merdeka (OPM) memang sengaja melakukannya, dan itu adalah tradisi tahunan, jelang ultah mereka tanggal 1 Desember. Kelompok Kriminal Separatis Bersenjata turun gunung dan memprovokasi warga Papua, serta melakukan berbagai cara agar permintaannya dipenuhi oleh pemerintah daerah.

Masih menurut siaran pers dari Puspen TNI, sayangnya beberapa hari yang lalu dalam aksi teror di Nduga tersebut ada satu orang yang tak terselamatkan nyawanya. Ia bernama Yulius Wotepo, seorang warga asli Papua. Meski sudah dibawa ke Rumah Sakit, namun ia kehilangan nyawa. Kematian Yulius sangat miris, karena Kelompok Kriminal Separatis Bersenjata sangat kejam dan menembak sesama saudaranya sendiri.

Kronologinya, menurut siaran pers tersebut, Yulius berangkat dari kamp milik perusahaan, ke lokasi kerja. Ia membangun jalan di depan rumah bupati. Lantas karena mendengar ada tembakan, Yulius langsung kembali ke kamp, namun sayang terkena tembakan. Ia dievakuasi ke Mimika namun sayang tak terselamatkan. Hal ini dinyatakan oleh Kabid Humas Polda Papua Ahmad Mustofa Kamal.

Menurut siaran pers dari Puspen TNI, dalam penembakan ini, sebenarnya yang disasar adalah Pos TNI Satgas Penyangga Yonif PR 330/TD Pasar Baru Kenyam, Kabupaten Nduga. Namun sayangnya yang jadi korban adalah warga sipil. Banyak pihak menyayangkan peristiwa ini karena Kelompok Kriminal Separatis Bersenjata benar-benar kejam dan berani menembak orang yang tak memegang senjata.

Jika saja Kelompok Kriminal Separatis Bersenjata berhasil ditangkap, maka mereka akan beralasan bahwa Yulius adalah aparat berpakaian preman. Namun mereka yang biasa bergerilya tentu tak tahu beda antara aparat berseragam dan yang sedang menyamar. Sehingga dengan membabi-buta langsung melontarkan peluru.

Peristiwa penembakan ini bukanlah yang pertama. Sebelumnya ada tukang ojek yang jadi korban kekejaman Kelompok Kriminal Separatis Bersenjata. Mereka juga berani menembaki para pekerja bangunan di Intan Jaya. Sehingga mencatat rekor sebagai kelompok bersenjata yang bertindak ala preman, dan dibenci oleh warga asli Papua.

Masih menurut siaran pers dari Puspen TNI, Kelompok Kriminal Separatis Bersenjata makin gagal dalam mencari simpati rakyat di Bumi Cendrawasih, karena mereka selalu sembarangan dalam melakukan aksi. Ketika tega menghabisi saudara sesuku, maka wajar jika mereka dicari oleh aparat. Karena keberadaannya selalu meresahkan warga Papua, mulai dari yang tinggal di Merauke, Sorong, hingga Mimika. mar/N-3

 

Klik untuk print artikel
No comments for this article. Be the first to comment to this article.

Submit a Comment