Minimalis Digital Lebih Produktif | Koran Jakarta
Koran Jakarta | January 27 2021
No Comments

Minimalis Digital Lebih Produktif

Minimalis Digital Lebih Produktif
A   A   A   Pengaturan Font

Hubungan manusia dengan teknologi ternyata tidak selalu sehat.  Media sosial kadang hanya mempromosikan narsisme sekaligus meningkatkan perasaan isolasi sosial dan depresi. Ponsel cerdas juga menjauhkan dari tidur nyenyak, aktivitas seks, dan membuat anak-anak kurang berempati.

“Meskipun teknologi membantu banyak, terus-menerus terhubung dapat berdampak negatif pada kesehatan fisik dan mental,” kata Direktur Eksekutif Asosiasi untuk Penelitian dan Kebijakan Praktik pada American Psychological Association Lynn Bufka.

Detok digital membuat orang dapat tidur lebih nyenyak. Sebab cahaya biru dari ponsel membuat pengguna terus waspada, sehingga menyulitkan tidur. Menyimpan ponsel ke dalam laci dua jam atau setidaknya satu jam membantu tidur lebih nyenyak.

Mengurangi pemakaian gawai dapat membuat orang produktif.  “Minimalis digital dalam kehidupan profesional dapat menyelesaikan lebih banyak hal,” kata Cal Newport, profesor ilmu komputer di Universitas Georgetown, penulis buku Digital Minimalism.

Ketika orang meminimalkan kehidupan digital, mereka merasa lebih mudah fokus pada kerjakan. Selain itu, mereka juga memiliki lebih banyak energi kognitif untuk digunakan pada proyek-proyek penting, daripada hal-hal sepele.

Kualitas konsentrasi akan meningkat setiap tidak banyak membuka layar. Penelitian menunjukkan, beralihnya perhatian menciptakan efek yang disebut residu konteks. Ini akan mengurangi kinerja kognitif dan butuh beberapa saat untuk menjernihkannya kembali.

Detoks digital juga meningkatkan kreativitas. “Saat pengguna bosan dan menjauh dari gawai, kondisi ini mendatangkan solusi kreatif dan terobosan,” kata Manoush Zomorodi dalam bukunya Bored and Brilliant. Saat bosan, tubuh masuk ke mode autopilot dan membiarkan otak bekerja.

Menurut laman Lifehack, detoks digital membuat orang dapat selaras dengan lingkungan sekitar. Sebab mereka yang terlalu asyik gagal memahami lingkungan sekitarnya seperti mengenal bau, pemandangan indah, dan suara kehidupan sekitar.

Detoks digital membuat percakapan dengan orang lain menjadi lebih baik. Tanpa gangguan perangkat komunikasi, tatap muka dapat berjalan mendalam, dengan sudut pandang berbeda dari pelajaran dunia maya.

Manjauh dari dunia digital membantu mendapatkan pola pikir baru yang mungkin bisa mengubah hubungan dengan orang lain dan karir. Banyak yang perlu diperhatikan dalam kehidupan, selain hanya memandangi ponsel. Banyak aktivitas yang dulu dilakukan, kini terlupakan bisa dijalani kembali. hay/G-1

Klik untuk print artikel
No comments for this article. Be the first to comment to this article.

Submit a Comment