Militer Filipina: Pemimpin Abu Sayyaf di Basilan Telah Tewas | Koran Jakarta
Koran Jakarta | December 1 2020
No Comments

Militer Filipina: Pemimpin Abu Sayyaf di Basilan Telah Tewas

Militer Filipina: Pemimpin Abu Sayyaf di Basilan Telah Tewas

Foto : Istimewa
Komandan Komando Mindanao Barat (Westmincom) militer Filipina, Letnan Jenderal Corleto Vinluan,
A   A   A   Pengaturan Font

ZAMBOANGA - Seorang militan senior Abu Sayyaf yang diduga merencanakan serangan bom bunuh diri 2018 di Pulau Basilan di Filipina selatan, tewas dalam baku tembak dengan pasukan pemerintah bulan lalu. Hal itu dikonfirmasi pihak militer Filipina pada Jumat (30/10) malam.

Para pejabat mengungkapkan berita kematian Furuji Indama sehari setelah seorang tersangka militan yang diidentifikasi sebagai Botak Kerok dan yang diyakini sebagai pembantu dekatnya, tewas dalam baku tembak di Ungkaya Pukan, sebuah kota terpencil di Basilan.

"Furuji Indama terbunuh pada 9 September oleh pasukan pelacak setelah pertemuan pertama mereka," beberapa hari sebelumnya, Letnan Jenderal Corleto Vinluan, komandan Komando Mindanao Barat (Westmincom) militer Filipina, mengatakan kepada BeritaBenar Sabtu (31/10).

Furuji Indama mengambil alih komando unit Basilan dari kelompok Abu Sayyaf (ASG), sebuah organisasi pro-ISIS pada 2017. Dia menggantikan Isnilon Hapilon, seorang komandan ASG yang saat itu juga mengepalai cabang ISIS di Filipina, dan yang memimpin ratusan pejuang dari Asia Tenggara dan Timur Tengah dalam penguasaan Kota Marawi di Filipina selatan pada Mei tahun itu. Hapilon terbunuh menjelang akhir pertempuran lima bulan di sana dengan pasukan pemerintah.

Vinluan mengatakan tubuh Indama tidak ditemukan setelah baku tembak tetapi laporan intelijen lapangan sangat konsisten bahwa Indama terbunuh. "Beberapa barang pribadinya yang ditemukan selama pertemuan itu telah diserahkan kepada kerabatnya, yang juga memastikan bahwa dia dibunuh," kata Vinluan.

Namun, panglima militer regional itu tidak mengatakan mengapa angkatan bersenjata Filipina baru mengungkapkan berita itu pada Jumat atau lebih dari sebulan setelah bentrokan yang merenggut nyawa Indama.

Indama termasuk di antara 18 anggota Abu Sayyaf yang didakwa melakukan pemboman bunuh diri di Basilan pada Juli 2018, ketika pengemudi sebuah van yang berisi bahan peledak menabraknya melalui pos pemeriksaan keamanan, menewaskan dirinya sendiri dan 10 orang lainnya. Tiga pria Abu Sayyaf yang terlibat dalam serangan itu ditangkap, tetapi Indama melarikan diri ke pedalaman hutan Basilan.

Pada awal September, pasukan dari Batalyon Infanteri ke-44 melawan kelompok Indama dalam baku tembak ketika para militan berencana melancarkan serangan penculikan di sebuah terusan di dekat Semenanjung Zamboanga, kata para pejabat.

Indama termasuk di antara lima militan Abu Sayyaf yang tewas dalam bentrokan itu, tetapi identitasnya baru-baru ini dikonfirmasi dan diverifikasi oleh unit intelijen militer, menurut Vinluan.

Vinluan mengatakan pasukan mencegat Kerok dan dua anggota Abu Sayyaf lainnya pada Kamis (29/10) ketika mereka sedang mengendarai sepeda motor bersama dengan senapan mesin M60. Baku tembak yang berlangsung lima menit, di mana Kerok terluka parah.

"Kerok ditembak saat berada di atas sepeda motor bersama dengan dua rekannya ketika mereka dicegat oleh pasukan operasi Brigade Infanteri 101 dan Batalyon Infanteri ke-18, dan baku tembak pun terjadi," kata Vinluan. “Pasukan menemukan mayat Botak [Kerok], satu senapan mesin M60, dan satu sepeda motor di lokasi bentrokan,” imbuh dia.

Namun, hingga Jumat, keberadaan dua tersangka Abu Sayyaf lainnya tidak diketahui.

"Pasukan operasi kami terus menjelajahi daerah itu untuk menangkap rekan-rekan Botak," kata Kolonel Domingo Gobway, komandan Satuan Tugas Gabungan Basilan, menurut laporan Philippine News Agency. I-1

 

Klik untuk print artikel
No comments for this article. Be the first to comment to this article.

Submit a Comment