Menlu Retno Minta Tiongkok Hormati Hukum Internasional di LTS | Koran Jakarta
Koran Jakarta | January 19 2021
No Comments
Stabilitas Kawasan

Menlu Retno Minta Tiongkok Hormati Hukum Internasional di LTS

Menlu Retno Minta Tiongkok Hormati Hukum Internasional di LTS

Foto : ANTARA/HUMAS KEMENLU
PERTEMUAN BILATERAL I Menteri Luar Negeri Retno Marsudi bersama Menteri Luar Negeri Tiongkok Wang Yi memberikan keterangan seusai pertemuan bilateral di Kantor Kemenlu, Jakarta, Rabu (13/1).
A   A   A   Pengaturan Font

JAKARTA – Menteri Luar Negeri (Menlu) RI, Retno Marsudi, meminta seluruh negara, tak terkecuali Tiong­kok, untuk menghormati hukum in­ternasional dalam bersikap di Laut Tiongkok Selatan (LTS).

“Pentingnya menjaga Laut Tiong­kok Selatan sebagai laut yang damai dan stabil. Dan untuk mencapainya, satu hal yang harus dilakukan semua negara yaitu menghormati hukum in­ternasional termasuk UNCLOS 1982,” kata Retno dalam pernyataan pers bersama Menlu Tiongkok, Wang Yi, yang ditayangkan virtual usai me­lakukan pertemuan bilateral di Ke­mlu RI, Jakarta, pada Rabu (13/1).

Selain soal Laut Tiongkok Sela­tan, Retno juga meminta Tiongkok memberi perhatian terhadap penye­lesaian beberapa isu perlindungan warga negara Indonesia (WNI), se­perti pemulangan anak buah kapal (ABK) yang masih terjebak di kapal ikan Tiongkok, penyelesaian hak-hak ketenagakerjaan para ABK, dan per­baikan kondisi kerja yang aman dan kondusif bagi mereka.

Hal itu diangkat Retno menyusul beberapa kasus eksploitasi ABK WNI di kapal ikan Tiongkok yang terjadi pada 2020 lalu. Namun, Retno menuturkan Indonesia mengapresiasi Tiongkok atas kerja samanya selama ini dalam membantu pemerintah menangani masalah ABK WNI di Tiongkok.

Wang Yi dan Retno juga turut membahas kerja sama ekonomi dan perdagangan antara Indonesia dan Tiongkok dalam pertemuan tersebut

Retno menuturkan Indonesia me­nyoroti pentingnya mengatasi ham­batan perdagangan, terutama akses pasar bagi ekspor unggulan Indo­nesia ke Tiongkok. Beberapa ekspor unggulan Indonesia terdiri dari pro­duksi perikanan, buah tropis, sarang burung walet, dan kepala sawit.

“Yang kedua yang saya sampaikan dalam konteks kerja sama ekonomi adalah pentingnya terus meningkat­kan kerja sama investasi yang berkua­litas, bersahabat dengan lingkungan, dan yang dapat menyerap tenaga kerja Indonesia,” ujar Retno.

Dalam pertemuan itu, Retno dan Wang Yi menyaksikan penandatangan­an dokumen feasibility study terkait kerja sama pembangunan Bendungan Lambakan di Kalimantan Timur.

Industri Obat

Selain itu, Retno juga mengajak Tiongkok untuk meningkatkan kerja sama di bidang ketahanan kesehatan menyusul pandemi virus korona yang masih berlangsung sejak awal 2020.

“Ke depan, saya menyampaikan kepada State Councillor Wang Yi, ren­cana Indonesia untuk membangun ketahanan kesehatan nasional, antara lain melalui kemandirian industri obat, bahan baku obat dan alat kese­hatan. Indonesia bermaksud menja­lin kerja sama dengan RRT dan negara lain, terkait rencana ini,” ucap Retno.

Sementara itu, Wang Yi menegas­kan Tiongkok siap bekerja sama de­ngan Indonesia dan negara Asean lainnya untuk segera merampungkan kode etik LTS. n jon/Ant/P-4

Klik untuk print artikel
No comments for this article. Be the first to comment to this article.

Submit a Comment