KPK Kembangkan Kasus Nurhadi ke TPPU | Koran Jakarta
Koran Jakarta | December 1 2020
No Comments

KPK Kembangkan Kasus Nurhadi ke TPPU

KPK Kembangkan Kasus Nurhadi ke TPPU

Foto : Koran Jakarta/Yolanda Permata Putri Syahtanjung
Ilustrasi. Gedung KPK.
A   A   A   Pengaturan Font

JAKARTA - Wakil Ketua Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) Nawawi Pomolango memastikan lembaganya bakal mengembangkan perkara mantan Sekretaris Mahkamah Agung (MA) Nurhadi ke arah dugaan Tindak Pidana Pencucian Uang (TPPU).

“Iya memang sejak awal diarahkan menerapkan TPPU. Kami memang memisahkan berkas perkara Nurhadi dalam perkara suap dan gratifikasi terkait perkara di MA pada 2011-2016 dengan pidana pencucian uang,” kata Nawawi melalui keterangannya di Jakarta, Jumat (30/10).

Sebelumnya, KPK menyatakan bakal hati-hati mengembangkan TPPU terhadap Nurhadi belajar dari perkara Tubagus Chaeri Wardana (TCW) alias Wawan.

Diketahui, Majelis Hakim Pengadilan Tipikor Jakarta menyatakan Wawan tidak terbukti melakukan TPPU pada periode 2005-2012 senilai sekitar 1,9 triliun rupiah yang merupakan dakwaan kedua dan ketiga.

“Kemarin Pak Nawawi (Wakil Ketua KPK Nawawi Pomolango) pernah menyampaikan kemungkinan ada TPPU. Nah, ini kan baru kita kumpulkan karena belajar dari kasus TCW, kita harus hati-hati terhadap pengenaan pasal TPPU,” ucap Deputi Penindakan KPK Karyoto.

Terkait dugaan TPPU Nurhadi, KPK telah menyita beberapa aset seperti lahan kelapa sawit di Padang Lawas, Sumatera Utara, vila di Megamendung, Kabupaten Bogor, dan belasan kendaraan mewah.

KPK sebelumnya telah menetapkan Nurhadi, menantunya Rezky Herbiyono, dan Direktur PT Multicon Indrajaya Terminal (MIT) Hiendra Soenjoto sebagai tersangka. Nurhadi dan menantunya didakwa menerima suap 45,726 miliar rupiah dari Hiendra terkait pengurusan dua gugatan hukum. Selain itu, keduanya juga didakwa menerima gratifikasi senilai 37,287 miliar rupiah pada periode 2014-2017.

Periksa Istri Tersangka

Secara terpisah, Plt Juru Bicara KPK Ali Fikri mengatakan KPK sempat mengamankan dan memeriksa istri tersangka Direktur PT Multicon Indrajaya Terminal (MIT), Hiendra Soenjoto (HS). Hiendra adalah tersangka kasus dugaan suap pengurusan perkara MA Tahun 2011-2016 yang telah ditangkap tim KPK di salah satu apartemen di kawasan Bumi Serpong Damai (BSD), Tangerang Selatan, Kamis (29/10) setelah menjadi buronan sejak Februari 2020.

“Selain menangkap DPO (Daftar Pencarian Orang) tersangka HS, penyidik KPK pada Kamis (29/10) juga mengamankan dua orang, yaitu teman HS yang bernama VC dan LI selaku istri tersangka HS,” kata Ali Fikri. n Ant/N-3

 

Klik untuk print artikel
No comments for this article. Be the first to comment to this article.

Submit a Comment