"Sederhana". Itu kesan pertama yang ditangkap dari sosok Faisal Basri pada "Malam Penggalangan Dana Independen untuk Jakarta" di Jakarta, Selasa (7/2) malam. Mengenakan kemeja lengan panjang berwarna putih dipadu dengan celana panjang hitam, ia hadir dalam malam penggalangan dana di sebuah hotel di bilangan Jakarta Pusat.
Tanpa sepatu, hanya sepatu sandal warna senada dengan celana panjang yang ia kenakan malam itu, calon gubernur DKI Jakarta dari jalur independen itu barang kali kalah glamor dengan para tamu undangan yang datang malam itu. Mereka berasal dari banyak kalangan.
Mulai dari pengusaha, akademisi, budayawan, maupun organisasi masyarakat dan organisasi kepemudaan. Sudah lama pakaian menjadi ukuran, simbol atau status seseorang. Meski sudah lama juga kita diajarkan untuk tidak melihat buku dari sampulnya. Penampilan yang disuguhkan Faisal saat malam penggalangan dana tersebut menyiratkan sebuah kesederhanaan dari sosok kepala plontos berkaca mata ini.
Penampilannya memperlihatkan sebuah kesahajaan di tengah nafsu hedonisme yang banyak menjangkiti kalangan pejabat-pejabat saat ini. "Setiap hari saya memang begini dan akan tetap seperti ini," kata Faisal di sela-sela beramah tamah dengan para tamu yang datang.
Faisal datang terpisah dari pasanganya, Biem Benjamin. Faisal hanya duduk sebentar untuk kemudian langsung menyapa para tamu undangan yang datang memenuhi ballroom. Dengan penuh keramahan, Faisal menyalami para hadirin yang telah mendukungnya.
Sesekali ia melayani permintaan tamu yang hadir untuk berfoto bersama. Soal penampilannya malam itu, Faisal mengatakan ia sepakat adanya anggapan bahwa pakaian adalah bagian dari simbol status seseorang. Termasuk pilihan busananya selama ini yang simpel tersebut. Namun baginya, pakaian juga menyiratkan sebuah pesan yang ada di balik pakaian tersebut.
Semangat kesederhanaan, katanya, memang sudah harus dimulai di tengah kehidupan masyarakat Indonesia dan Jakarta, khususnya, yang masih diliputi kemiskinan di mana-mana. Bisa jadi salah satunya juga melalui pilihan busana. Berdasarkan data statistik yang ada, pada Desember 2011, angka kemiskinan di Jakarta meningkat menjadi 363.000 orang dari total penduduk Jakarta saat ini, yakni sekitar 9,61 juta jiwa.
Namun angka kemiskinan ini bisa jauh lebih banyak dalam fakta riil. Angka kemiskinan tersebut meningkat sekitar 3,75 persen dibanding dengan tahun 2010, yakni 312.000 orang. "Kita kan masih negara berkembang. Kita harus turunkan selera kita, kecuali ketika masyarakat kita sudah sejahtera semua," kata Faisal yang juga dikenal sebagai ekonom dari Universitas Indonesia (UI).
Sosok sederhana juga terlihat dari Biem. Putra aktor Betawi, Benjamin Sueb, ini juga tampak begitu bersahaja. Meski acara malam penggalangan dana merupakan acara mereka, malam itu setidaknya ada 15 penyandang dana yang siap menyokong pasangan ini. Alasan kesederhanaan yang menjadi pilihan Faisal tidak main-main.
Masyarakat DKI Jakarta, katanya, sedang merindukan sosok yang sederhana untuk memimpin Jakarta. Dalam video yang ditayangkan malam itu, beberapa warga DKI Jakarta yang dimintai tanggapannya tentang pasangan Faisal-Biem juga melihat kesederhanaan dari pasangan tersebut. Semoga kesederhanaan akan selalu menjadi bagian dari pasangan Faisal Basri-Biem Benjamin dalam mengatasi masalah-masalah di DKI Jakarta yang tentunya tak sederhana. nik/P-5