Empat Penumpang Berhasil Diidentifikasi | Koran Jakarta
Koran Jakarta | January 19 2021
No Comments

Empat Penumpang Berhasil Diidentifikasi

Empat Penumpang Berhasil Diidentifikasi

Foto : antara
A   A   A   Pengaturan Font

JAKARTA – Tim Identifikasi Korban Bencana (DVI) Pusat Kedokteran dan Kesehatan RS Polri dr Soekanto di Kramat Jati, Jakarta Timur berhasil meng­identifikasi empat korban kece­la­kaan Sriwijaya Air.

Ketiganya, Fadly Sa­trianto yang berprofesi sebagai co-pilot dan dua penumpang pesawat Sriwijaya Air, Khazanah dan Ash Habul Yamin.

“Korban teridentifikasi dari sidik jari yang dicocokkan ­dengan data dari KTP elektronik. Sehari sebelumnya jenazah seorang kru pesawat bernama Okky Bisma pun teridentifikasi dari sidik jari,’ Kepala Biro Penerangan Masyarakat Divisi Humas Kepolisian Indonesia, Brigadir Jenderal ­Polisi Rusdi Hartono, dalam jumpa pers di RS Polri, Jakarta, Selasa (12/1).

Selain itu, tim DVI hingga Selasa Sore telah menerima 72 kantong jenazah dan 11 kantong properti diduga berhubungan dengan kecelakaan pesawat Sriwijaya Air nomor penerbangan PK CLC.

RS Polri juga menerima 111 sampel DNA dari keluarga korban insiden jatuhnya pesawat Sriwijaya Air nomor registrasi PK-CLC yang jatuh di perairan Kepulauan Seribu, DKI Jakarta, Sabtu lalu itu.

“Dilakukan tindakan-tindakan disesuaikan dengan kegiatan identifikasi, kegiatan verifikasi dan validasi dari data yang dilaksanakan dengan keakuratan, ketelitian sehingga betul-betul hasil identifikasi dapat dipertanggungjawabkan,” Rusdi Hartono. 

Sementara itu, salah satu keluarga korban pesawat Sriwijaya Air SJ 182, Rafiq Yusuf Alydrus, mengaku masih menunggu proses identifikasi jenazah istrinya yang bernama Panca Widya Nursanti.

“Saya ke RS Polri hanya mau cari kejelasan tentang kondisi yang ada (proses identifikasi). Untuk data pendukung sudah saya sampaikan kepada pihak yang membutuhkan seperti tes DNA,” kata Rafiq.

Dia menjelaskan untuk pro­ses pengambilan sampel DNA sudah dilakukan di ­Pontianak tempat dirinya tinggal bersama keluarga dan tinggal menunggu konfirmasi. “Untuk data hari ini tidak disam­paikan karena sudah kami berikan data primer dan sekunder ­ke­tika di Pontianak,” ujarnya.

Rafiq mengungkapkan bah­wa data ante-mortem sudah diberikan anak pertamanya, seperti gigi dan darah untuk dicocokan dengan korban.

Rafiq mengatakan kalau je­nazah istrinya diidentifikasi maka akan dimakamkan di Pontianak. n jon/Ant/P-5

Klik untuk print artikel
No comments for this article. Be the first to comment to this article.

Submit a Comment