Dua Anggota Tim WHO Dilarang Masuk Tiongkok karena Positif Covid-19 | Koran Jakarta
Koran Jakarta | January 19 2021
No Comments
Asal-Usul Pandemi

Dua Anggota Tim WHO Dilarang Masuk Tiongkok karena Positif Covid-19

Dua Anggota Tim WHO Dilarang Masuk Tiongkok karena Positif Covid-19

Foto : NICOLAS ASFOURI/AFP
TIBA DI WUHAN I Tim ahli WHO menaiki bus usai mendarat di Bandara Internasional, Wuhan, Tiongkok, Kamis (14/1). Mereka akan menjalani karantina selama dua pekan sebelum melakukan aktivitas di Wuhan.
A   A   A   Pengaturan Font

BEIJING – Tiongkok melarang ma­suk dua anggota tim Organisasi Kese­hatan Dunia (WHO) yang menyelidiki asal mula virus korona di Wuhan, usai keduanya dinyatakan positif antibodi Covid-19. Pejabat Tiongkok menga­dang kedua anggota Tim WHO ter­sebut saat menaiki pesawat usai transit di Singapura, Rabu (13/1).

“Keharusan kontrol pengendalian epidemi yang relevan harus ditegakkan secara ketat,” kata Juru Bicara Kemen­terian Luar Negeri Tiongkok, Zhao Li­jian, saat konferensi pers ketika ditanya soal laporan tersebut, Kamis (14/1).

Sementara itu, delapan anggota Tim WHO lainnya tiba di Wuhan, Ka­mis. Tim tiba pagi hari dengan pener­bangan murah dari Singapura.

Peter Ben Embarek, ketua tim ahli WHO, mengatakan mereka akan terle­bih dahulu melakukan karantina di se­buah hotel sesuai dengan persyaratan imigrasi Tiongkok selama dua pekan.

“Dan kemudian setelah dua ming­gu, kami akan dapat berpindah-pindah dan bertemu dengan rekan-rekan Tiongkok secara langsung dan pergi ke tempat-tempat berbeda yang ingin kami kunjungi,” ujar Embarek.

Mereka sebelumnya dijadwalkan tiba pada awal Januari lalu. Penun­daan kunjungan mereka ke Tiongkok ini sempat menuai kritik dari kepala badan PBB tersebut, yang jarang di­lakukan secara terbuka.

Para peneliti internasional ter­sebut nantinya akan mewawancarai orang-orang dari lembaga peneliti­an, rumah sakit, dan pasar makanan laut yang selama ini dikaitkan sebagai sumber virus penyebab penyakit Co­vid-19. Tim peneliti khusus ini ber­anggotakan sejumlah ahli virus dan bidang terkait dari Amerika Serikat, Jepang, Australia, Jerman, Inggris, Belanda, Russia, Vietnam, dan Qatar.

Para ilmuwan menduga virus koro­na telah menular ke manusia dari kele­lawar atau hewan lain, kemungkinan besar berawal dari Barat Daya Tiong­kok. Pemerintah Tiongkok sempat ter­singgung dengan pernyataan tersebut dan mengatakan virus korona berasal dari luar negeri. Tiongkok menduga virus berasal dari makanan laut impor.

“Salah satu kemungkinannya ada­lah pemburu satwa liar mungkin te­lah menularkan virus kepada peda­gang yang membawanya ke Wuhan,” ungkap satu anggota tim WHO yang juga ahli zoologi Peter Daszak.

Tidak Bisa Cepat

Kunjungan pertama ini diyakini tidak akan bisa langsung memasti­kan asal usul virus Covid-19. Secara umum, untuk menemukan reservoir hewan wabah biasanya memerlukan waktu penelitian bertahun-tahun. Dalam prosesnya, peneliti perlu mengambil sampel hewan, melakukan analisis genetik, hingga studi epide­miologi yang cukup panjang.

Sementara itu, Komite Darurat WHO akan bertemu di Jenewa untuk membahas varian baru virus korona yang muncul di Afrika Selatan dan Inggris. Varian baru virus korona itu menyebar dengan cepat ke setidak­nya 50 negara. n SB/AFP/P-4

Klik untuk print artikel
No comments for this article. Be the first to comment to this article.

Submit a Comment