Covid-19 di DKI Pecah Rekor Baru | Koran Jakarta
Koran Jakarta | January 28 2021
No Comments

Covid-19 di DKI Pecah Rekor Baru

Covid-19 di DKI Pecah Rekor Baru

Foto : Antara
Pasien Covid-19 dirawat di RSD Wisma Atlet Kemayoran Jakarta Pusat
A   A   A   Pengaturan Font

JAKARTA – Wakil Gubernur DKI Jakarta Ahmad Riza Patria menegaskan, kasus harian Covid kembali memecahkan rekor pada Rabu (13/1), yakni sebanyak 3.476 kasus,.

‘Ada dua alasan mengapa kasus harian di Jakarta jumlahnya meningkat cukup tinggi, sampai 3.476 kasus.

Riza menjelaskan, pertama, karena data gabungan dari Rumah Sakit BUMN selama tujuh hari terakhir. “Ini hasil disebabkan karena tujuh dari RS BUMN yang masuk dalam tujuh hari terakhir. Jadi ini merupakan gabungan, rapelan ya,” kata Riza di Jakarta Selatan, Rabu (13/1).

Faktor kedua, kata Riza, disebabkan karena jumlah testing yang meningkat yakni sebanyak 119.737. “Jadi sekali lagi Pemprov DKI Jakarta selalu berusaha memastikan adanya peningkatan testing,” ujarnya.

Riza menuturkan testing menjadi salah satu upaya untuk melihat titik-titik persebaran kasus Covid-19 di Jakarta.

Dengan titik persebaran itu, lanjutnya, diharapkan proses pencegahan dan penanganan bisa dilakukan lebih cepat.

Kendati demikian, Riza berharap agar masyarakat dapat terus berpartisipasi dalam penanganan pandemi virus korona ini.

Sementara itu, Kepala Bidang Pencegahan dan Pengendalian Penyakit, Dinas Kesehatan Provinsi DKI Jakarta, Dwi Oktavia memaparkan, berdasarkan data terkini Dinas Kesehatan Pemerintah Provinsi DKI Jakarta, dilakukan tes PCR sebanyak 15.530 spesimen. Dari jumlah tes tersebut, sebanyak 14.312 orang dites PCR hari ini untuk mendiagnosis kasus baru dengan hasil 2.877 positif dan 11.435 negatif. 

“Namun, total penambahan kasus positif sebanyak 3.476 kasus, lantaran terdapat akumulasi data sebanyak 599 kasus dari 1 RS BUMN 7 hari terakhir yang baru dilaporkan. Untuk rate tes PCR total per 1 juta penduduk sebanyak 218.001. Jumlah orang yang dites PCR sepekan terakhir sebanyak 114.926,” terangnya.

Adapun jumlah kasus aktif di Jakarta naik sejumlah 471 kasus, sehingga jumlah kasus aktif sampai hari ini sebanyak 19.459 (orang yang masih dirawat/isolasi). Sedangkan, jumlah kasus Konfirmasi secara total di Jakarta sampai hari ini sebanyak 214.728 kasus.

 Dari jumlah total kasus tersebut, total orang dinyatakan telah sembuh sebanyak 191.635 dengan tingkat kesembuhan 89,2 persen, dan total 3.634 orang meninggal dunia dengan tingkat kematian 1,7 persen sedangkan tingkat kematian Indonesia sebesar 2,9 persen. 

 

Vaksin Covid-19

Gubernur Anies Baswedan dan Wakil Gubernur DKI Jakarta Ahmad Riza Patria belum akan divaksin Covid-19. Mereka belum akan divaksin karena riwayat kesehatan yang pernah terpapar virus menular tersebut. Sedangkan pemberian vaksin di Jakarta mulai dilakukan tahap pertama di Ibu Kota pada Jumat (15/1).

“Ada beberapa syarat dan ketentuan yang tidak diperbolehkan, umpamanya Pak Ridwan Kamil yang ingin jadi orang pertama dan siap jadi teladan itu tidak boleh divaksin lagi karena sudah menjadi relawan vaksin. Kemudian Pak Anies, saya, Bu Khofifah dan beberapa kepala daerah yang kebetulan pernah terinfeksi Covid-19 juga tidak boleh divaksin,” kata Riza di Balai Kota Jakarta, Rabu.

Orang yang pernah terkonfirmasi Covid-19 belum dianjurkan untuk menerima vaksin Covid-19. Kelompok ini dianggap sudah memiliki antibodi protektif sehingga bukan menjadi pilihan utama pemberian vaksin.

Terkait dengan mulainya vaksinasi yang ditandai dengan penyuntikan vaksin pertama pada Presiden Joko Widodo, Riza Patria menilai hal ini menunjukkan pengharapan program vaksinasi nasional berjalan sesuai harapan.

“Tentu kami di DKI senang dan berkomitmen untuk menindaklanjuti kebijakan pemerintah pusat mulai Jumat (15/1) nanti untuk melakukan vaksinasi,” kata Riza. n jon/Ant/P-5

Klik untuk print artikel
No comments for this article. Be the first to comment to this article.

Submit a Comment