BI Dorong Inisiatif Wakaf Lintas Negara Islam | Koran Jakarta
Koran Jakarta | November 27 2020
No Comments

BI Dorong Inisiatif Wakaf Lintas Negara Islam

BI Dorong Inisiatif Wakaf Lintas Negara Islam

Foto : istimewa
A   A   A   Pengaturan Font

JAKARTA – Bank Indonesia (BI) mendorong inisiatif wakaf lintas negara Islam karena sebanyak 59 persen neg­ara Islam berpendapatan rendah dan menengah ke bawah berdasarkan data Bank Dunia pada Juni 2020.

“Mencermati kondisi ekonomi beragam di antara nega­ra Islam, dibolehkan dan direkomendasikan muslim saling membantu lintas negara, salah satu perbuatan amal bagi muslim adalah wakaf,” kata Deputi Gubernur BI Doni P Jo­ewono dalam webinar internasional terkait wakaf di Jakar­ta, Jumat (30/10).

Menurut dia, berdasarkan data Bank Dunia sebanyak 30 persen negara anggota Organisasi Islam Dunia (OKI) adalah negara berpendapatan rendah, 29 persen nega­ra berpendapatan menengah ke bawah, 29 persen negara menengah ke atas dan 13 persen negara penghasilan tinggi.

Meski begitu, lanjut dia, masih ada pandangan berbe­da terkait aturan dan implementasi wakaf yang bisa berbe­da lintas negara dan yurisdiksi. Untuk itu, kata dia, sudah dibuat Prinsip Inti Wakaf (WCP) agar ada standar dalam mendukung wakaf dapat diterima di seluruh dunia.

WCP diinisiasi oleh Institut Riset dan Pelatihan Islam-Bank Pembangunan Islam (IRTI-IsDB), Bank Indonesia dan Badan Wakaf Indonesia (BWI). Kelompok kerja inter­nasional dalam WCP juga dibentuk untuk memformulasi­kan kerangka regulasi umum untuk pengelolaan wakaf.

Kelompok kerja ini, lanjut dia, terdiri dari sejumlah is­titusi lintas negara yakni IRTI-IsDB, BI, BWI, serta lemba­ga terkait dari Selandia Baru, Australia, Afrika Selatan, Ku­wait, dan Bosnia Herzegovina.

Doni menambahkan tujuan dibentuknya WCP adalah mengenalkan standard regulasi dan supervisi tata kelo­la wakaf dan pengawasan sistem. Pengawasan wakaf lintas negara, kata dia, juga sudah disatukan dalam WCP tersebut.

Salah satu prinsip yang ada dalam WCP adalah ter­kait skala prioritas bagi negara penerima wakaf yakni me­nyangkut tingkat kemiskinan, dampak bencana, dan ke­dekatan wilayah dengan negara donor.

Ant/E-10

Klik untuk print artikel
No comments for this article. Be the first to comment to this article.

Submit a Comment